Anthropic Tetapkan Valuasi IPO Lebih dari Rp17.878 Triliun

Share

Startup pengembang model kecerdasan buatan Anthropic PBC menetapkan valuasi perusahaan mencapai lebih dari US$1 triliun atau sekitar Rp17.878 triliun dalam dokumen penawaran umum perdana (IPO) tertutup pada Selasa, 2 Juni 2026, dilansir dari Bloombergtechnoz.

Nilai tersebut melampaui perkiraan sebelumnya yang berada di angka US$900 miliar dan mengungguli rivalnya, OpenAI, yang mencatatkan taksiran valuasi US$852 miliar pada Maret lalu.

Anthropic dilaporkan telah menyerahkan draf pengajuan S-1 IPO kepada otoritas pengawas di Amerika Serikat, meskipun rincian mengenai harga dan jumlah saham yang ditawarkan belum diungkapkan kepada publik.

Langkah korporasi ini diambil demi memanfaatkan likuiditas pasar ekuitas Amerika Serikat untuk mendanai belanja besar-besaran perusahaan, terutama dalam mengakses chip semikonduktor dan fasilitas pusat data.

Sejumlah investor besar seperti Sequoia Capital, Dragoneer Investment Group, Altimeter Capital, dan Greenoaks Capital Partners diperkirakan memimpin putaran pendanaan ini dengan rencana investasi masing-masing sebesar US$2 miliar.

Investor lama seperti Founders Fund milik Peter Thiel dan General Catalyst juga berencana berpartisipasi, melengkapi komitmen investasi Google sebelumnya senilai US$10 miliar dan rencana tambahan hingga US$30 miliar jika target kinerja terpenuhi.

Selain Google, Amazon.com Inc. tercatat telah menginvestasikan dana sebesar US$5 miliar pada valuasi lama di startup yang didirikan oleh mantan karyawan OpenAI pada tahun 2021 ini.

Dalam perkembangan produknya, Anthropic telah memperkenalkan model AI baru bernama Mythos pada awal April yang dirancang untuk mendeteksi kerentanan sistem perangkat lunak kritis.

Akses model Mythos saat ini dibatasi karena dinilai terlalu berbahaya untuk dirilis secara luas, meskipun laporan dari Bloomberg News menyebutkan bahwa sekelompok kecil pengguna tidak berwenang telah sempat mengaksesnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author