Menkes Soroti Dugaan Pelanggaran Integritas Akademik Riset Kedokteran
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin merespons dugaan pelanggaran integritas akademik dalam penelitian kedokteran yang melibatkan sejumlah warga Indonesia di forum ilmiah internasional pada Selasa (2/6) di Jakarta.
Praktik yang dinilai mencederai integritas ilmiah tersebut memicu kekhawatiran karena berpotensi merusak reputasi Indonesia di mata dunia, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz.
Kementerian Kesehatan menaruh perhatian pada isu ini meskipun ranah persoalan berada di luar bidang kerja institusi tersebut secara langsung.
"Bukan bidang saya, tapi saya terus terang sebagai orang Indonesia sedih sekali. Jangan kayak gitu-gitu. Wartawan juga kalau nulis, mesti nulis yang benar hasil-hasilnya. Sedih kan, malu kan kita," kata Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan.
Sorotan muncul setelah adanya dugaan penggunaan penelitian kedokteran berbasis kecerdasan buatan (AI) yang tidak valid demi mengikuti konferensi internasional dan memperoleh hibah perjalanan.
Sebelumnya, Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) juga telah menyampaikan keprihatinan mendalam terkait dugaan manipulasi karya ilmiah fiktif yang menyeret nama Indonesia tersebut.
"MGBKI menegaskan bahwa ilmu kedokteran hanya dapat berdiri di atas kebenaran, kejujuran, etika, dan tanggung jawab akademik," kata Budi Iman Santoso, Ketua MGBKI dalam keterangan tertulis.
Lembaga tersebut membeberkan sejumlah dugaan pelanggaran serius seperti fabrikasi data, falsifikasi hasil riset, plagiarisme, pemalsuan identitas, hingga pencatutan afiliasi institusi.
MGBKI mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam penulisan ilmiah harus tetap berada di koridor etika dan menghasilkan temuan yang dapat dipertanggungjawabkan.