Kemensos Gelar Operasi Katarak Gratis Bagi Ratusan Lansia di NTT

Share

Kementerian Sosial menghadirkan layanan operasi katarak gratis bagi ratusan lanjut usia dan kelompok rentan di RSUD Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur pada 31 Mei hingga 1 Juni 2026. Kegiatan dalam rangka puncak Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 ini bertujuan membantu pemulihan penglihatan warga.

Dilansir dari Detikcom, tercatat sebanyak 339 orang dari Kabupaten Ende, Nagekeo, dan Ngada mengikuti pemeriksaan awal. Dari proses skrining tersebut, 181 peserta dinyatakan lolos syarat medis untuk operasi, sedangkan 158 orang lainnya belum memenuhi syarat.

Hingga 1 Juni 2026, operasi berhasil dilakukan terhadap 180 pasien yang meliputi 135 orang asal Ende, 37 orang asal Nagekeo, dan 8 orang asal Ngada. Satu pasien terpaksa batal menjalani tindakan operasi akibat pertimbangan kondisi medis tertentu.

Kementerian Sosial memfasilitasi penjemputan, akomodasi, serta konsumsi bagi seluruh peserta dari luar Kabupaten Ende. Pihak penyelenggara dibantu oleh Taruna Siaga Bencana (TAGANA), pendamping PKH, dan Dinas Sosial Kabupaten Ende untuk memobilisasi lansia melewati jalur bangunan RSUD Ende yang bermedan naik turun.

Selain penanganan medis, Sentra Efata Kupang menyalurkan 338 paket bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) berupa sembako bagi peserta terdaftar DTSEN Desil 1-5. Layanan ini menjadi harapan baru bagi warga yang mengalami keterbatasan aktivitas akibat gangguan penglihatan menahun.

Salah satu penerima manfaat, Adinua yang merupakan warga Kampung Wudu, Kabupaten Nagekeo, mengutarakan rasa syukurnya atas program ini karena ia kesulitan berjalan akibat penglihatan kabur.

"Sudah lama mata saya kabur. Kalau berjalan harus pelan-pelan dan sering dibantu orang rumah. Bersyukurlah bisa ikut operasi ini. Kami yang tinggal jauh juga dijemput, diberi tempat nginap dan makan. Semoga setelah ini bisa lihat lebih baik lagi," ujar Adinua dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan penegasan bahwa HLUN 2026 merupakan momentum penting negara dalam memberikan penghormatan serta memuliakan para lansia secara bersama-sama.

"Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen bersama untuk memuliakan para lansia," kata Saifullah Yusuf.

Ia menambahkan bahwa kelompok lansia bukanlah hambatan bagi kemajuan bangsa, melainkan elemen masyarakat yang berhak mendapatkan perlindungan hukum dan program pemberdayaan.

"Lansia bukan beban pembangunan, melainkan bagian penting dari masyarakat yang harus dijaga dan dilindungi serta mendapat pemberdayaan," ujarnya.

Saifullah Yusuf juga menitipkan pesan mendalam agar seluruh pihak memastikan pemenuhan kepedulian terhadap kemanusiaan dengan merawat para lansia agar tidak ada yang merasa terabaikan.

"Kita semua memastikan tidak ada Opa dan Oma yang merasa sendiri, terlantar, atau dilupakan. Menghormati lansia bukanlah beban. Merawat lansia adalah cara kita menjaga kemanusiaan," pesan Saifullah Yusuf.

Secara keseluruhan di NTT, rangkaian HLUN 2026 sepanjang Mei hingga Juni telah menjangkau 7.930 penerima manfaat dengan total 2.208 pasien katarak yang dioperasi. Bagi pasien di RSUD Ende, tahapan penanganan dilanjutkan dengan pemeriksaan pascaoperasi dan pemantauan berkala pada 2 Juni 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author