Tim UGM Temukan Gas Hidrogen di Rumah Sleman yang Mengalami Kebakaran
Tim ahli dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) menemukan keberadaan gas hidrogen (H2) saat meneliti fenomena kebakaran misterius yang melanda rumah Mutfiana di Kasuran Mriyan X, Seyegan, Sleman.
Insiden kebakaran berulang tersebut dilaporkan telah terjadi puluhan kali di berbagai titik rumah dalam kurun waktu sepuluh hari terakhir, seperti dilansir dari HaiBunda.
Peristiwa kebakaran misterius ini pertama kali bermula pada Sabtu, 23 Mei 2026, dan terus terjadi berulang kali hingga Senin, 1 Juni 2026, di mana ruangan tempat kebakaran terbaru sebenarnya telah diperiksa oleh tim peneliti UGM.
Pemilik rumah memaparkan bahwa jumlah insiden kebakaran di kediamannya kini telah mencapai puluhan kali dan tersebar di puluhan titik lokasi yang berbeda.
"Sama yang ini tadi berarti totalnya 73 kali. Di sekitar 65 titik," kata Fia, dikutip dari laman detikcom, Selasa (2/6/2026).
Pihak keluarga menyatakan bahwa situasi di dalam rumah saat ini sudah mulai kondusif setelah para pakar dari UGM serta BPPTKG melakukan rangkaian pemeriksaan langsung dengan mengambil sampel di lokasi kejadian.
"Sudah lebih cerah, sudah lebih tenang, tapi tetap harus waspada. Karena ini belum berakhir. Hanya tenang, oh ini ternyata tidak ada kaitannya dengan mistis tapi memang ada dan bisa dipelajari secara ilmiah dan menunggu hasil dari (penelitian pakar) mungkin beberapa hari lagi," ujar Fia.
Tim peneliti sempat memindahkan sepotong kaus yang terbakar ke area luar ruangan untuk diperiksa lebih lanjut, yang kemudian menunjukkan adanya peningkatan suhu dan peningkatan volume asap putih.
"Ini kami tadi barusan menyaksikan apa, live ya, maksudnya live terjadinya kebakaran setelah diinfokan oleh Mbak Mut (Mutfia) tadi. Nah, ini adalah satu satu kejadian yang memang luar biasa ya, kita bisa lihat langsung," kata Koordinator Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) FT UGM, Prof. Alva Edy Tontowi.
Selain menyaksikan langsung peristiwa tersebut, tim pakar mencatat kenaikan suhu pada pakaian dan mendeteksi adanya kandungan gas hidrogen pada objek yang terbakar.