Mocca Apresiasi Panggung Bus di Java Jazz Festival 2026
Grup musik Mocca mengapresiasi konsep panggung unik berbentuk bus yang memberikan pengalaman tampil lebih intim bersama para penonton dalam pergelaran Java Jazz Festival 2026 di Kabupaten Tangerang, Banten, yang berlangsung pada 29 sampai 31 Mei 2026.
Acara tahunan yang memadati Nusantara International Convention Exhibition (NICE) di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 tersebut dinilai meninggalkan kesan mendalam bagi para musisi, seperti dilansir dari Detik Hot pada Selasa (2/6/2026).
Vokalis Mocca, Arina, sempat mengkhawatirkan letak panggung bus yang berada di area bazar makanan karena berpotensi memecah fokus pengunjung, meskipun pada akhirnya lokasi tersebut justru menciptakan keriuhan yang meriah.
"Kami sempat berpikir perhatian pengunjung akan terbagi antara makan dan menonton pertunjukan. Ternyata justru sebaliknya, di atas panggung MLDSPOT Stage Bus Jazz yang berbentuk bus ini suasananya justru sangat ramai dan hangat. Banyak yang ikut bernyanyi bersama dan kami terharu melihat para penonton hafal lagu-lagu Mocca," ujar Arina, Vokalis Mocca.
Penilaian senada juga diutarakan oleh pembetot bas Mocca, Toma, mengenai konsep panggung di atas kendaraan bus tersebut.
"Konsepnya unik dan menarik. Dari kejauhan saja orang pasti langsung penasaran. Memang ada tantangan karena ukuran panggung yang terbatas, tetapi justru itu yang membuat pengalaman tampil di Stage Bus menjadi spesial," kata Toma, Bassist Mocca.
Area pertunjukan musik di Java Jazz Festival 2026 tidak hanya terbatas pada panggung bus saja, melainkan terdapat pula dua area lain dari pihak sponsor yang menampilkan musisi lintas generasi.
Sejumlah penampil lain seperti Hezky Joe Sextet, Biru Baru, Jordan Susanto, Almira's Infinite Playground, Gabriella Fernaldi, Dua Empat, Emptyyy, Arumtala, Monita Tahalea, hingga Coldiac turut meramaikan panggung bus tersebut.
Sementara itu, panggung utama dalam ruangan menyajikan penampilan Harvey Malaiholo yang berkolaborasi dengan Barsena Besthan, Citrus Sun, Andien, Jenevieve, Idgitaf, Wijaya 80, Jamie Aditya, Sandy Sondoro, Oslo Ibrahim, serta kolaborasi Adikara dan Ardhito Pramono.
"Java Jazz berhasil berkembang tanpa meninggalkan identitasnya sebagai festival jazz. Kehadiran musisi lintas genre membuat festival ini semakin dekat dengan generasi muda, sekaligus tetap relevan bagi penikmat musik dari berbagai kalangan. Jazz tetap menjadi fondasi utama yang hadir melalui berbagai penampilan, kolaborasi, dan eksplorasi musikal yang ditawarkan setiap tahunnya. Perpaduan antara tradisi jazz dan perkembangan musik modern inilah yang membuat Java Jazz terus relevan, baik bagi penikmat jazz maupun generasi baru pecinta musik. Karena itu, kami melihat Java Jazz sebagai platform yang tepat untuk membangun engagement dengan audiens MLDSPOT. Hal itu pula yang membuat kolaborasi MLDSPOT dan Java Jazz terus berlanjut hingga lebih dari 15 tahun," tutur Nathaniel Widhiyanto Utomo, Representatif MLDSPOT.