Pemprov DKI Fasilitasi Ujian Susulan Siswa Korban Kebakaran Kemayoran
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjamin anak-anak yang terdampak bencana kebakaran di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, tetap dapat mengikuti proses pendidikan melalui kebijakan dispensasi ujian susulan pada Selasa (2/6/2026).
Langkah penanganan ini diambil karena banyak siswa kehilangan perlengkapan sekolah seperti buku, tas, hingga seragam yang hangus terbakar. Berdasarkan data sementara yang dilansir dari Detikcom, musibah kebakaran di pemukiman tersebut telah berdampak pada 679 jiwa.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno langsung berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta saat meninjau posko pengungsian warga. Kepastian mengenai nasib pendidikan para siswa tersebut didapatkan setelah adanya komunikasi langsung antar-pejabat daerah.
"Anak-anak sekolah kan lagi ujian. Tadi pagi-pagi saya berangkat dari rumah jam 6 pagi karena saya nganterin cucu saya ujian. Karena itu saya telepon Kepala Dinas, 'Eh anak-anakku yang kena kebakaran gimana ujiannya?'," kata Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Pihak Dinas Pendidikan DKI Jakarta merespons cepat instruksi tersebut dengan mengeluarkan regulasi khusus agar tidak ada siswa yang kehilangan hak belajarnya.
"'Enggak Pak, nanti bisa menyusul'. Itu kebijakan," kata Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Pemberian dispensasi ini dinilai krusial mengingat kondisi psikologis dan fisik anak-anak yang sedang mengungsi tidak memungkinkan untuk mengikuti ujian terjadwal.
"Memang anak-anak yang mungkin pakaiannya, bukunya, tasnya terbakar. Karena itu kita kasih kebijakan mereka bisa nyusul," kata Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Fasilitas infrastruktur pendidikan di sekitar lokasi kejadian dipastikan aman dari amukan si jago merah sehingga aktivitas sekolah secara umum tidak terganggu.
"Saya mendapat laporan di sini tidak ada gedung sekolah yang terbakar," kata Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Data Pemprov DKI Jakarta mencatat korban usia sekolah dasar mencapai 53 anak dan usia sekolah menengah pertama sebanyak enam anak, ditambah puluhan remaja tingkat SMA/SMK.
Selain urusan akademis, penanganan dampak psikologis bagi anak-anak korban bencana juga mulai berjalan di tempat pengungsian.
"Kita ada posko untuk psikologis. Seperti tadi kita kunjungan, anak-anak juga mendapatkan pendampingan," kata Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Saat ini para korban kebakaran masih menempati posko pengungsian di Lapangan Yusuf Hamka dengan pasokan logistik, makanan, dan layanan kesehatan dari Pemprov DKI Jakarta.