BRIN Minta Maaf Terkait Unggahan Garuda AI Hari Lahir Pancasila
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan permohonan maaf atas unggahan Hari Lahir Pancasila yang menggunakan gambar Garuda hasil kecerdasan buatan (AI) karena detail yang tidak sesuai, seperti dilansir dari Detik iNET.
Lembaga yang dibentuk pada tahun 2019 tersebut langsung menghapus konten itu dari media sosial resmi mereka, termasuk akun Instagram @brin_indonesia, setelah menyadari adanya kekeliruan detail pada lambang negara.
Melalui kolom komentar yang disematkan, pihak instansi menyampaikan penyesalan mendalam dan mengonfirmasi bahwa tindakan koreksi serta evaluasi internal telah dilakukan menyusul respons dari masyarakat.
"PERMOHONAN MAAF. BRIN Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam tayangan konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang telah kami bagikan," tulis BRIN.
Pihak lembaga menyatakan bahwa insiden ini menjadi momentum evaluasi agar proses publikasi di masa depan dilakukan secara lebih cermat.
"Hal ini menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih teliti, cermat, dan berhati-hati dalam proses pembuatan serta penyebaran konten di masa mendatang," sambungnya.
Manajemen menegaskan bahwa perbaikan konten telah langsung dieksekusi sebagai bentuk tanggung jawab institusi.
"Sebagai bentuk tanggung jawab dan evaluasi internal, konten tersebut telah kami perbaiki. Kami menghaturkan terima kasih atas perhatian, masukan, dan kontrol dari seluruh lapisan masyarakat kepada BRIN," tegas lembaga yang pertama kali dibentuk pada tahun 2019 ini.
Meskipun unggahan tersebut telah dihapus dan diperbaiki, gelombang tanggapan dari masyarakat terus mengalir pada unggahan terbaru di akun media sosial lembaga riset tersebut.
Sebagian warganet menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap kompetensi tim pembuat konten karena dinilai kurang melakukan pemeriksaan mendalam terhadap lambang negara.
"Badan riset malah pakai AI dan melecehkan lambang negara dihari kesakralannya. Tolonglah tempatkan employment sesuai dengan keahliannya. Kita aja kirim laporan, berulang kali di check dan diperiksa dulu sebelum dikirim. Lah ini tak ada riset sama sekali. Miris," ujar netter.
Sentimen negatif lain juga muncul dari netizen yang menyindir pemahaman instansi riset tersebut mengenai tugas pokok dan fungsi mereka.
"Ayo adik-adip belajar lagi tentang lambang negara dan tugas serta tupoksinya biar gak malu2in," ucap warganet.
Di sisi lain, terdapat pula pengguna media sosial yang berusaha memberikan pembelaan dan melihat kekeliruan admin tersebut sebagai hal yang manusiawi.
"Wah akun @brin_indonesia rame.. namanya manusia tak luput dari salah dan khilaf, saya rasa adminya tak ade maksd menghina lambang negara kok. Belajar dari kesalahan ya min ambil sisi positifnya saja dunia konten kreator ya seperti ini wajib tahan banting… Tetap semangat berkarya menghasilkan konten positif dan bermanfaat," bela seseorang.
Komentar lain dari masyarakat bahkan mengaitkan kualitas performa publikasi digital ini dengan kondisi anggaran institusi.
"Kali ini kita maklumi karena anggaran kalian secuil doang wkwkwkw," sahut yang lain.