Wuling Eksion PHEV dan Mitsubishi Destinator Bersaing Ketat di Pasar SUV

Share

Pasar SUV 7-seater di Indonesia kedatangan penantang baru melalui kehadiran Wuling Eksion PHEV. Kendaraan ini menarik perhatian publik karena membawa teknologi plug-in hybrid yang mengombinasikan efisiensi bahan bakar dan moda berkendara bertenaga listrik penuh.

Di sudut lain, Mitsubishi Destinator siap menjegal sebagai SUV keluarga bermesin turbo. Mobil ini menonjolkan performa serta kenyamanan yang mumpuni untuk kebutuhan perjalanan jarak jauh.

Dilansir dari Moladin, Wuling Eksion mempunyai dimensi yang sedikit lebih bongsor di atas kertas jika dibandingkan dengan Mitsubishi Destinator. Wuling Eksion dirancang dengan panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, dan tinggi 1.755 mm.

Sementara itu, Mitsubishi Destinator mengusung dimensi panjang 4.680 mm, lebar 1.840 mm, serta tinggi 1.780 mm. Selisih ukuran tersebut membuat ruang kabin Eksion terasa lebih lapang, khususnya pada area bangku baris kedua.

Melalui pengujian singkat oleh media otomotif, area kaki dan kepala di baris belakang Eksion dinilai longgar untuk mobilitas keluarga. Meski begitu, area bangku baris ketiga pada kedua SUV ini tetap lebih pas untuk diisi anak-anak ketika menempuh rute jauh.

Sektor jantung pacu menyajikan persaingan yang tidak kalah sengit. Wuling Eksion PHEV dipersenjatai mesin bensin 1.500 cc naturally aspirated berdaya 105 dk dan torsi 130 Nm, yang disandingkan dengan motor listrik 195 dk berdaya putar 230 Nm.

Penyaluran tenaga Eksion memakai Dedicated Hybrid Transmission (DHT) yang menghasilkan akselerasi responsif sejak putaran bawah. Karakteristik ini menjadi nilai tambah yang krusial untuk pengendaraan di rute padat perkotaan.

Mitsubishi Destinator menjawabnya dengan mengandalkan mesin turbo 1.500 cc berkode 4B40. Mesin tersebut mampu mengembuskan tenaga sebesar 163 PS atau berkisar 160 dk dengan torsi puncak mencapai 250 Nm.

Destinator memegang keunggulan dalam hal figur performa murni di atas kertas. Pengemudi juga disajikan beberapa opsi mode berkendara yang dapat diselaraskan dengan medan jalan, sangat cocok untuk peminat sensasi berkendara yang agresif.

Sisi efisiensi konsumsi BBM menjadi kelebihan mutlak bagi Wuling Eksion berkat sistem Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Pabrikan mengklaim SUV elektrifikasi ini sanggup menjelajah dengan jarak kombinasi hingga melampaui 1.000 km.

Saat opsi daya listrik murni diaktifkan, Eksion sanggup melaju sejauh 125 km tanpa mengaktifkan mesin bensin. Kemampuan ini dinilai mampu menekan biaya operasional harian secara signifikan bagi konsumen di perkotaan.

Urusan harga jual, kedua model SUV keluarga ini dipasarkan pada nominal yang kompetitif. Wuling Eksion PHEV ditawarkan dengan estimasi harga early bird mulai dari Rp449 juta sampai Rp499 juta.

Mitsubishi Destinator dilepas ke pasar dengan rentang harga dari Rp397 juta hingga Rp522,5 juta. Konsumen yang melirik Eksion varian bawah memiliki opsi alternatif berupa Destinator tipe Exceed yang dijual seharga Rp422 juta.

Sementara itu, Wuling Eksion varian XE yang dibanderol Rp499 juta bakal terlibat persaingan langsung secara berhadapan dengan Mitsubishi Destinator tipe Ultimate seharga Rp482 juta.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author