Pertamina Patra Niaga Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi 1 Juni 2026
PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian tarif untuk sejumlah produk bahan bakar minyak atau BBM nonsubsidi di seluruh wilayah Indonesia mulai 1 Juni 2026.
Kebijakan penyesuaian ini menyasar komoditas seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, hingga Pertamina Dex dengan besaran nominal yang bervariasi pada tiap-tiap daerah.
Seperti dikutip dari Moladin, langkah evaluasi tarif berkala ini dipengaruhi oleh dinamika pergerakan harga minyak mentah dunia serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Meskipun lini produk komersial mengalami perubahan, pemerintah bersama Pertamina tetap mempertahankan harga untuk kategori BBM bersubsidi agar tidak membebani daya beli masyarakat.
Bahan bakar jenis Pertalite (RON 90) masih tertahan di angka Rp10.000 per liter, sementara untuk Biosolar subsidi (CN 48) tetap dipasarkan senilai Rp6.800 per liter.
Sebaliknya, banderol untuk Pertamax berada pada rentang Rp11.750 hingga Rp12.900 per liter, dan jenis Pertamax Turbo menyentuh harga tertinggi sebesar Rp21.650 per liter di wilayah tertentu.
Masyarakat diimbau memantau rincian tarif terbaru sebelum melakukan pengisian di SPBU karena adanya disparitas harga antar-regiun di tanah air.
Berikut adalah rincian harga bahan bakar nonsubsidi dan subsidi yang berlaku efektif di berbagai wilayah operasional Indonesia.
Wilayah Jawa dan Bali
Untuk area DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, serta Provinsi Bali, seluruh tarif produk tercatat seragam.
Pertamax (RON 92) dijual Rp12.300 per liter, Pertamax Pertashop Rp12.200 per liter, Pertamax Green 95 Rp12.900 per liter, dan Pertamax Turbo Rp20.750 per liter.
Sementara untuk segmen kendaraan diesel, Dexlite (CN 51) dipatok Rp23.000 per liter dan Pertamina Dex (CN 53) dilepas seharga Rp24.800 per liter.
Wilayah Nusa Tenggara
Provinsi Nusa Tenggara Barat menerapkan skema harga yang identik dengan wilayah Jawa, termasuk untuk Pertamax Turbo senilai Rp20.750 per liter.
Namun, di Provinsi Nusa Tenggara Timur terdapat opsi komoditas Biosolar Non-Subsidi yang dipasarkan pada angka Rp22.900 per liter.
Wilayah Sumatera dan Sekitarnya
Pada area Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, hingga Lampung, terdapat penyesuaian harga khusus.
Pertamax Turbo berada di angka Rp21.650 per liter, Pertamax Rp12.900 per liter, Pertamax Pertashop Rp12.800 per liter, Pertamina Dex Rp25.900 per liter, dan Dexlite Rp24.000 per liter.
Untuk wilayah Free Trade Zone atau FTZ Sabang, harga Pertamax tercatat Rp11.550 per liter, Pertamax Pertashop Rp11.450 per liter, serta Dexlite Rp21.550 per liter.
Sementara untuk wilayah FTZ Batam, Pertamax Turbo dihargai Rp19.700 per liter, Pertamax Rp11.750 per liter, Pertamina Dex Rp23.550 per liter, dan Dexlite Rp21.850 per liter.
Wilayah Papua dan Sekitarnya
Kawasan Maluku serta Papua secara umum menerapkan tarif Pertamax senilai Rp12.600 per liter, Pertamax Pertashop Rp12.500 per liter, dan Dexlite Rp23.500 per liter.
Khusus di Papua Barat dan Papua Barat Daya, harga Pertamax Turbo berada di level Rp21.200 per liter dengan jenis Pertamina Dex seharga Rp25.350 per liter.
Untuk wilayah Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah, harga Pertamax ditetapkan Rp12.600 per liter dengan Dexlite seharga Rp23.500 per liter.