Nvidia Ekspansi ke Pasar CPU Melalui RTX Spark dan Vera
Nvidia resmi memperluas ekspansi bisnisnya ke pasar CPU melalui peluncuran platform superchip RTX Spark untuk PC Windows dan prosesor Vera untuk pusat data. Langkah strategis ini menandai pergeseran Nvidia dari produsen akselerator menjadi penyedia komputasi umum.
Dilansir dari laporan Simply Wall St pada Selasa, 2 Juni 2026, langkah ekspansi tersebut dibarengi dengan pengenalan alat AI fisik sumber terbuka dan platform AI agen. Beberapa teknologi yang diperkenalkan meliputi Agent Toolkit, Cosmos, Alpamayo, Isaac Groot untuk robotika, serta Vera Rubin untuk pabrik AI.
Ekspansi produk ini memicu kolaborasi baru dengan sejumlah perusahaan raksasa seperti Microsoft, MediaTek, Dell, TSMC, Uber, VinFast, dan Foxconn. Kerja sama tersebut difokuskan untuk pengembangan PC AI, taksi robot, hingga implementasi kecerdasan buatan di sektor kesehatan.
Di pasar saham, pergerakan Nvidia (NasdaqGS:NVDA) menunjukkan tren positif dengan kenaikan harga sebesar 13,1 persen selama 30 hari terakhir. Saat ini, saham Nvidia berada di level 224,36 dolar AS, atau sekitar 24 persen di bawah target harga para analis yang mematok angka 296,81 dolar AS.
Meski mencatat momentum positif, platform Simply Wall St memberikan catatan bahwa harga perdagangan saham Nvidia saat ini berada sekitar 17,3 persen di atas estimasi nilai wajar. Kondisi ini menuntut para investor untuk memantau ketat kualitas pendapatan serta valuasi perusahaan karena tingginya tingkat pendapatan non-tunai.