IHSG 2 Juni 2026 Dibuka Menguat 1,35 Persen ke Level 6.210
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa positif pada pembukaan perdagangan Selasa (2/6/2026). Dikutip dari Bloomberg Technoz, indeks langsung melonjak 82,62 poin atau menguat 1,35% ke level 6.210 pada pukul 9.01 WIB.
Pencapaian ini menempatkan IHSG sebagai indeks dengan penguatan tertinggi di Asia pada pagi ini. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan mayoritas bursa saham di Asia yang justru terkapar di zona merah.
Bursa saham Asia yang dibuka melemah antara lain KOSDAQ dan KOSPI (Korea Selatan), NIKKEI 225 dan Topix (Jepang), Shenzhen Comp., Shanghai Composite, dan CSI 300 (China), serta Hang Seng (Hong Kong). Sementara yang bergerak hijau bersama IHSG adalah PSEi (Filipina), Straits Times (Singapura), dan TW Weighted Index (Taiwan).
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) lima menit pascapembukaan menunjukkan volume perdagangan mencapai 2,41 miliar saham. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp2 triliun dengan frekuensi sebanyak 182.330 kali.
Pergerakan saham di papan utama didominasi oleh 181 saham yang menguat dan 161 saham melemah. Sementara itu, terdapat 220 saham yang posisinya tidak bergerak.
Berdasarkan analisis dari BRI Danareksa Sekuritas, IHSG diproyeksikan akan bergerak konsolidatif secara teknikal. Rentang pergerakan hari ini diperkirakan berada pada area support 6.070 dan resistance 6.285.
Laju indeks pekan ini akan dipengaruhi rilis data inflasi Indonesia periode Mei 2026 yang diproyeksi naik menjadi 2,94% year-on-year (yoy). Selain itu, investor mencermati potensi penyusutan surplus neraca perdagangan menjadi US$1,31 miliar.
“Investor juga akan mencermati perkembangan negosiasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang dapat memengaruhi sentimen pasar global,” papar BRI Danareksa.
Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah RAJA, HRTA, dan MMIX.
Sentimen lain datang dari Phintraco Sekuritas yang menyoroti dimulainya ekspor batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy lewat PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) per 1 Juni 2026. Masa transisi ini mewajibkan eksportir melaporkan aktivitasnya melalui PT DSI.
Pelaku pasar kini menunggu transparansi serta dampak dari implementasi regulasi baru tersebut terhadap kinerja emiten terkait. Di sisi lain, rencana Menteri Keuangan memberikan insentif pajak hingga PPh 0% bagi eksportir yang menempatkan DHE SDA di dalam negeri dinilai menjadi angin segar.
Secara teknikal, indikator Stochastic RSI menunjukkan kelanjutan reversal menuju pivot, diikuti penyempitan histogram negatif MACD.
“Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi bergerak sideways di kisaran 6.000–6.300,” papar Phintraco.
Saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah HMSP, INDF, ICBP, MTEL, dan GGRM.
Katalis Global dan Pengaruh Geopolitik
CGS International Sekuritas Indonesia melihat adanya sejumlah katalis positif bagi pasar domestik. Faktor tersebut meliputi penguatan bursa Wall Street, kenaikan harga komoditas, serta selesainya proses rebalancing indeks MSCI.
Kendati demikian, pasar masih dibayangi aksi jual investor asing serta ketidakpastian negosiasi AS dan Iran.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 6.060–5.990 dan resistance 6.195–6.260,” terang CGS International Sekuritas.
Saham-saham pilihan versi CGS meliputi saham HRTA, PSAB, EXCL, BRIS, GGRM, dan INDF.
Ketidakjelasan kelanjutan gencatan senjata dan arus distribusi energi di Selat Hormuz akibat mandeknya negosiasi AS-Iran turut menjadi perhatian global.
“Jika muncul indikasi lebih lanjut bahwa para pihak tidak lagi aktif bernegosiasi, pasar akan kehilangan sebagian faktor penyangga yang selama ini mendukung ekspektasi skenario terbaik,” ujar Rebecca Babin, Senior Energy Trader di CIBC Private Wealth Group, seperti yang dilaporkan Bloomberg News.
Berbeda dengan sekuritas lain, Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG justru berpotensi melemah hari ini akibat sentimen eksternal tersebut.
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah,” mengutip riset harian Panin Sekuritas.
Faktor penekan bersumber dari meningkatnya ketegangan geopolitik AS-Iran, kenaikan yield obligasi global, serta lonjakan harga minyak mentah dunia. Adapun saham pilihan Panin Sekuritas hari ini adalah MTEL, OMED, dan ARTO.