IHSG Melemah Tipis Saat BNBR Siapkan Rights Issue Rp 4,76 Triliun

Share

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertahan dan bergerak terbatas pada perdagangan Jumat (29/5). Seperti dikutip dari Detik Finance, indeks saham domestik tersebut berakhir melemah tipis 0,05% ke posisi 6.127,38 di tengah derasnya aksi jual oleh investor asing serta penyesuaian portofolio terkait rebalancing MSCI.

Sejumlah saham dari Grup Barito menjadi pendorong utama indeks, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang melesat 25,00%, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menguat 24,76%, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) naik 24,87%. Sebaliknya, pelemahan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menjadi pemberat terbesar bagi pergerakan IHSG.

Berdasarkan data perdagangan, investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell senilai total Rp8,36 triliun di pasar reguler dan mencapai Rp8,52 triliun di seluruh pasar. Dari sektor saham, lima dari sebelas indeks sektoral mendarat di zona merah dengan koreksi terdalam dialami sektor kesehatan sebesar 1,49%, sedangkan sektor industri dasar memimpin penguatan dengan kenaikan 2,65%.

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berencana menggelar aksi korporasi penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) sebanyak 89,92 miliaran lembar saham baru. Dengan harga pelaksanaan yang ditetapkan sebesar Rp53 per saham, emiten ini membidik perolehan dana segar mencapai Rp4,76 triliun.

Manajemen akan mengalokasikan sebagian besar dana rights issue, yakni sekitar Rp4,36 triliun, kepada anak usahanya, PT Bakrie Toll Indonesia (BTI), untuk melunasi kewajiban keuangan kepada Hartman International Pte. Ltd. dan Bank Nobu. Sisanya bakal dimanfaatkan untuk modal kerja PT Bakrie Construction, penyertaan modal ke PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) guna membangun rest area, serta kebutuhan operasional korporasi.

Aksi korporasi ini menerapkan rasio 14 HMETD untuk setiap 27 saham lama, dengan periode perdagangan HMETD yang dijadwalkan berlangsung mulai 30 Juni sampai 13 Juli 2026. Dua pemegang saham utama, Port Fraser International Ltd dan Fountain City Investment Ltd, memilih absen dan mengalihkan hak mereka kepada PT Bakrie Capital Indonesia (BCI) yang juga bertindak sebagai pembeli siaga.

Efisiensi Beban DOID dan Dividen Tunai MERK

Dari industri pertambangan, PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) membukukan pendapatan sebesar US$318,18 juta pada kuartal I-2026, atau terkoreksi 9,57% secara tahunan dari US$351,88 juta. Kendati demikian, perseroan mampu memangkas beban pokok pendapatan hingga 15,45% menjadi US$317,88 juta.

Langkah efisiensi ini sukses menekan rugi bersih perusahaan secara signifikan menjadi US$24,28 juta, berbanding US$70,40 juta pada kuartal I-2025. Di sisi lain, kinerja operasional DOID mencatatkan lonjakan EBITDA sebesar 98% menjadi US$28 juta dengan margin EBITDA yang merangkak naik ke posisi 11%.

Sementara itu, PT Merck Tbk (MERK) memutuskan untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2025 senilai Rp275 per saham dengan total alokasi dana mencapai Rp123,20 miliar. Jumlah tersebut setara dengan 51,51% dari perolehan laba bersih tahun berjalan yang disokong oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 15,82% menjadi Rp1,20 triliun.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author