Dinas Perkebunan Riau Tetapkan Harga TBS Sawit Swadaya dan Plasma
Dinas Perkebunan Provinsi Riau bersama Tim Penetapan Harga resmi merilis harga Tandan Buah Segar kelapa sawit kemitraan swadaya dan plasma periode 20 hingga 26 Mei 2026 dalam rapat di Pekanbaru pada Selasa, 19 Mei 2026.
Formulasi harga pekan ke-17 tahun 2026 ini menunjukkan grafik berbeda, di mana kategori swadaya mengalami kenaikan tipis akibat penguatan harga kernel, sedangkan kategori plasma justru menyusut karena penurunan harga CPO global.
Penetapan harga komoditas ini mengacu pada Permentan Nomor 13 Tahun 2024 serta Keputusan Dirjenbun Nomor 144/Kpts./PP.320/E/12/2025 dengan menggunakan tabel rendemen hasil kajian PPKS Medan.
Untuk kemitraan swadaya, kenaikan tertinggi ada pada kelompok umur 9 tahun sebesar Rp24,49 per kilogram atau naik 0,64 persen sehingga harga pembeliannya menjadi Rp3,857,14 per kilogram.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Vera Virgianti menjelaskan regulasi yang mendasari perhitungan harga tersebut.
"Penetapan harga TBS kelapa sawit minggu ke-17 tahun 2026 (periode 20–26 Mei 2026) telah menggunakan Permentan Nomor 13 Tahun 2024 dan Keputusan Dirjenbun Nomor 144/Kpts./PP.320/E/12/2025," ujarnya Vera Virgianti, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau.
Kenaikan tipis ini dipengaruhi oleh pergerakan harga pasar kernel yang positif di tengah penurunan harga minyak sawit mentah.
"Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu ke depan naik menjadi Rp3.857,14/Kg and berlaku untuk periode satu minggu ke depan, dengan harga cangkang sebesar Rp26,09/Kg," jelasnya Vera Virgianti, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau.
Vera Virgianti memaparkan bahwa indeks K swadaya berada di angka 92,87 persen dengan harga CPO Rp15.314,00 per kilogram dan kernel Rp15.363,00 per kilogram.
"Pada periode ini indeks K yang dipakai adalah 92,87 persen, harga penjualan CPO minggu ini turun sebesar Rp29,63/kg dan kernel minggu ini naik sebesar Rp4/kg dari minggu lalu," ungkapnya Vera Virgianti, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau.
Jika ditemukan pabrik kelapa sawit yang tidak beroperasi melakukan penjualan, tim mengaktifkan Pasal 16 Permentan Nomor 13 Tahun 2024 menggunakan harga rata-rata tim atau acuan KPBN.
"Ada beberapa PKS yang tidak melakukan penjualan, berdasarkan Permentan Nomor 13 Tahun 2024 Pasal 16 maka harga CPO dan kernel yang digunakan adalah harga rata-rata tim, apabila terkena validasi 2 maka digunakan harga rata-rata KPBN," paparnya Vera Virgianti, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau.
Pemerintah Provinsi Riau bersama Kejaksaan Tinggi Riau berkomitmen mengawal tata kelola yang adil demi kesejahteraan para petani setempat.
"Dalam penetapan harga TBS Provinsi Riau Dinas Perkebunan Provinsi Riau dan Tim Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun selalu melakukan perbaikan tata kelola agar penetapan harga ini sesuai dengan regulasi dan berkeadilan untuk kedua belah pihak yang bermitra," tegasnya Vera Virgianti, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau.
Sinergi seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu mendongkrak pendapatan masyarakat perkebunan.
"Komitmen bersama ini pada akhirya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat," tutupnya Vera Virgianti, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau.
Sementara itu, kondisi sebaliknya terjadi pada kemitraan plasma Riau di mana kelompok umur 9 tahun justru terkoreksi turun sebesar Rp33,56 per kilogram atau anjlok 0,86 persen.
Kepala Dinas Perkebunan Riau, Supriadi memaparkan harga untuk kelompok kelapa sawit kemitraan plasma tersebut.
"Dengan harga cangkang sebesar Rp 19,15/Kg. Pada periode ini indeks K yang dipakai adalah 93.30%, harga penjualan CPO minggu ini turun sebesar Rp 343,18 dan kernel minggu ini turun sebesar Rp 308,72 dari minggu lalu," katanya Supriadi, Kepala Dinas Perkebunan Riau.
Penurunan nilai jual plasma ini sangat dipengaruhi oleh melemahnya dua komoditas utama kelapa sawit secara bersamaan.
"Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa harga TBS yang ditetapkan oleh tim untuk mitra plasma mengalami penurunan. Penurunan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor turunnya harga CPO dan kernel," paparnya Supriadi, Kepala Dinas Perkebunan Riau.
Meskipun pasar global sedang berfluktuasi, dinas terkait terus membenahi sistem administrasi agar kemitraan berjalan seimbang.
"Membaiknya tata kelola penetapan harga ini merupakan upaya yang serius dari seluruh stakeholder yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat," ujarnya Supriadi, Kepala Dinas Perkebunan Riau.
Tercatat untuk rata-rata CPO KPBN periode pekan ini berada di angka Rp15.191,67 per kilogram dan kernel KPBN bertengger di level Rp14.828,00 per kilogram.