Carlos Santana dan Becky G Rilis Lagu Mi Gran Amor

Share

Gitaris legendaris Carlos Santana dan penyanyi Becky G meluncurkan lagu kolaborasi baru berjudul Mi Gran Amor yang menyoroti kisah pengorbanan serta keteguhan hati keluarga Latino akibat deportasi massal oleh ICE di Amerika Serikat, Senin (1/6/2026).

Karya musik yang ditulis oleh Edgar Barrera tersebut menggambarkan dampak penindakan imigrasi terhadap komunitas imigran, seperti dilansir dari Detikcom. Carlos Santana mengungkapkan pesan persatuan yang mendalam di balik pembuatan karya kolaboratif tersebut.

"Sekarang, lebih dari sebelumnya di planet ini, kita membutuhkan persatuan, harmoni, dan kebersamaan. Lagu ini adalah pelukan universal," kata Carlos Santana, Gitaris.

Sementara itu, Becky G melihat partisipasinya sebagai tanggung jawab moral selaku warga negara Amerika Serikat. Penyanyi keturunan Meksiko-Amerika ini memanfaatkan popularitasnya demi menyuarakan penderitaan para imigran.

"Saya tidak akan pernah benar-benar mengerti bagaimana rasanya menapaki jalan itu dan menghadapi ketakutan yang mereka rasakan setiap hari," ujar Becky G, Penyanyi.

Ia menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan isu kemanusiaan ini melalui karya musik terbarunya. Komunitas imigran yang menghadapi tekanan deportasi menjadi fokus utama dalam pesan lagu ini.

"Saya ingin menjadi wadah bagi suara-suara yang tidak bisa bersuara saat ini," lanjut Becky G, Penyanyi.

Proses kreatif penulisan lagu ini bermula dari pengalaman pribadi sang pencipta lagu yang menyaksikan langsung dampak kebijakan imigrasi. Edgar Barrera membuat komposisi tersebut setelah seorang rekannya ditangkap otoritas imigrasi.

"Saat ini dunia membutuhkan lebih banyak lagu yang bermakna," ujar Edgar Barrera, Penulis Lagu.

Barrera, yang dikenal sering bekerja sama dengan musisi papan atas dunia, ingin memberikan ruang ekspresi bagi kelompok masyarakat yang terpinggirkan melalui proyek musik ini.

"Itulah alasan kami menulis lagu ini, untuk membantu orang-orang yang tidak memiliki suara," kata Edgar Barrera, Penulis Lagu.

Meskipun memiliki status kewarganegaraan Amerika Serikat sejak lahir, Barrera mengaku tetap mempunyai ikatan batin yang kuat dengan isu sosial yang dialami komunitas Latino tersebut.

"Saya lahir di AS, jadi mungkin saya tidak bisa merasakan hal itu dari perspektif yang sama seperti seseorang yang benar-benar mengalaminya. Tapi setidaknya saya bisa memahami dan menjadi bagian dari suara itu," ungkap Edgar Barrera, Penulis Lagu.

Dari segi penceritaan, lirik lagu menggambarkan dinamika situasi yang berubah drastis dalam waktu singkat. Narasi lagu diawali dengan gambaran situasi rutinitas harian yang mendadak berubah menjadi mencekam.

"Pagi itu hanyalah hari biasa, hari yang normal," nyanyi Becky G, Penyanyi.

Ketegangan narasi semakin meningkat saat lirik mulai mengisahkan peristiwa penggerebekan oleh petugas imigrasi di lingkungan kerja imigran.

"Dia tidak pernah membayangkan bahwa dia tidak akan kembali ke rumah hari itu, bahwa petugas imigrasi akan menggerebek tempat kerjanya," lanjut lirik tersebut.

Puncak luapan emosi dari lagu ini dituangkan secara lugas melalui bagian chorus yang menyoroti perlakuan tidak adil terhadap para imigran.

"Cinta sejatiku direnggut karena imigrasi. Cinta sejatiku diperlakukan seperti seorang penjahat," bunyi salah satu penggalan liriknya.

Lirik penutup bagian tersebut menggambarkan keputusasaan dan hilangnya harapan imigran dalam mengejar impian mereka di Amerika Serikat.

"Aku tak bisa tidur. Perjalanan mengejar mimpi Amerika kini berubah menjadi mimpi buruk."

Lagu Mi Gran Amor ini dipastikan menjadi single ketiga Carlos Santana untuk bersiap menyambut peluncuran album terbarunya mendatang, setelah sebelumnya merilis lagu Me Retiro dan Velas.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author