Star Wars The Mandalorian and Grogu Rajai Box Office Global

Share

Film terbaru dari semesta Star Wars, Star Wars: The Mandalorian and Grogu, menduduki posisi puncak box office akhir pekan ini. Dilansir dari Detikcom, film ini menarik perhatian penonton dunia setelah bioskop absen dari tayangan layar lebar waralaba tersebut selama hampir 7 tahun.

Studio memperkirakan film ini mengantongi US$82 juta melalui penjualan tiket di 4.300 bioskop wilayah Amerika Serikat dan Kanada. Akumulasi pendapatan domestik saat ini diproyeksikan menyentuh US$102 juta, sedangkan total pendapatan global mencapai kisaran US$165 juta.

Perolehan tersebut melewati prediksi awal pembukaan sebagai kelanjutan versi serial spin-off Disney+ berjudul The Mandalorian. Namun, nominal ini terhitung berada di batas bawah untuk kategori perilisan Star Wars era Disney, menyerupai catatan Solo: A Star Wars Story (2018) yang meraih US$103 juta dalam liburan empat hari.

Aspek biaya produksi menempatkan posisi film terbaru ini menjadi lebih menguntungkan. Jika proyek Solo menghabiskan anggaran sekitar US$300 juta, proses produksi Star Wars: The Mandalorian and Grogu membutuhkan biaya lebih efisien, yaitu sebesar US$165 juta di luar kebutuhan pemasaran dan promosi.

Penerimaan dari penonton menunjukkan indikator positif. Penonton memberikan nilai CinemaScore A-, sementara penilaian kritikus di Rotten Tomatoes cenderung bervariasi hingga negatif dengan skor sebesar 63%. Kelompok anak laki-laki berusia di bawah 13 tahun menyematkan nilai A sempurna, dan para orang tua memberi poin 5 dari 5.

Sinema yang disutradarai oleh Jon Favreau ini menampilkan Pedro Pascal sebagai pemburu bayaran utama. Cerita berfokus pada misi penyelamatan Rotta the Hutt, putra Jabba, yang diisi suaranya oleh Jeremy Allen White.

Film ini memperoleh kelonggaran penilaian lantaran berakar dari serial dan menjadi bagian perluasan ekosistem konten Disney+. Proyek ini sekaligus mengakhiri jeda panjang perilisan layar lebar sejak Star Wars: The Rise of Skywalker pada 2019.

Kelanjutan masa depan waralaba Star Wars di layar lebar terus mendapat perhatian publik, termasuk prospek film Star Wars: Starfighter yang dibintangi Ryan Gosling tahun depan dalam memulihkan ketertarikan penonton.

"Penonton film yang menentukan," kata Paul Dergarabedian.

"Saya pikir, mengingat reaksi penonton dan skor yang datang dari orang tua dan anak-anak, ini akan bertahan lama," tambahnya.

Kejutan Film Horor Obsession dan Performa Bioskop

Sementara itu, sinema horor romantis bertajuk Obsession mencetak kejutan besar lewat peningkatan performa signifikan pada pekan kedua. Karya besutan Curry Barker tersebut melonjak sekitar 30 persen hingga memperoleh US$22,4 juta dari total 2.655 bioskop.

"Ini benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya. Dan ini merupakan bukti bagaimana kehebohan media sosial dari pemirsa muda memicu faktor FOMO (Fear of Missing Out)," ujar Paul Dergarabedian.

Pihak studio yang mengambil alih film berbiaya mikro sekitar US$15 juta itu memprediksi total pendapatan Obsession menyentuh US$28,2 juta hingga Senin. Akumulasi totalnya diproyeksikan mencapai US$58,5 juta dan menempati peringkat kedua box office minggu ini.

Sinema tersebut menggeser film baru rilisan Paramount Pictures berjudul Passenger yang mencatat US$8,7 juta dari 2.534 lokasi bioskop. Passenger mendapatkan respons kurang memuaskan dari kritikus maupun penonton dengan skor 44% di Rotten Tomatoes serta nilai CinemaScore yang rendah.

Film lain berjudul I Like Booster ikut meramaikan persaingan bioskop lewat pendapatan pembukaan sekitar US$3,7 juta. Secara menyeluruh, perolehan box office akhir pekan Memorial Day tahun ini diestimasi mencapai US$211 juta, atau turun sebesar 36 persen daripada periode tahun lalu yang menyentuh angka US$330 juta.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author