Kementerian PKP Kebut Pembangunan 2.603 Hunian Tetap Pascabencana
Pemerintah mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Dilansir dari Detikcom, langkah pemulihan permanen ini diwujudkan melalui sinergi kementerian, lembaga, pemerintah daerah, organisasi kemanusiaan, hingga dunia usaha.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menjelaskan bahwa percepatan ini diperkuat oleh koordinasi lintas sektor. Pihaknya menggandeng LKPP, kejaksaan, kepolisian, dan pemerintah daerah untuk memastikan tata kelola pembangunan berjalan cepat dan baik.
"Koordinasi telah dilakukan dan beberapa opsi kerja sama telah dibahas, juga mencakup LKPP, kejaksaan, dan kepolisian untuk memastikan tata kelola yang baik." kata Maruarar.
Maruarar menambahkan, saat ini ada 2.603 unit huntap yang sedang diproses. Sejumlah unit telah diserahkan sebelumnya, dan penyerahan tambahan akan segera dilakukan di Aceh serta Sumatra Utara dengan dukungan Yayasan Buddha Tzu Chi.
Kementerian PKP juga berkoordinasi dengan ATR/BPN, Danantara, dan Kementerian Lingkungan Hidup guna memastikan kesiapan lahan untuk huntap komunal. Proses pemulihan permanen ini berjalan melalui skema rehabilitasi dan rekonstruksi berbasis Rencana Induk (Renduk) 2026-2028.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan, Renduk tersebut memuat lebih dari 11 ribu kegiatan lintas sektor. Pembangunan huntap menjadi prioritas penting agar penyintas tidak terlalu lama berada di hunian sementara.
"Yang Prioritas utama tentu di tahun 2026 (yaitu) infrastruktur, sungai, jalan, kemudian sekolah, dan lain-lain. Huntap, karena (penyintas) jangan terlalu lama di Huntara saya harapkan," imbuh Tito.
Data Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana per 30 Mei 2026 menunjukkan, total rencana huntap di tiga provinsi mencapai 39.217 unit. Saat ini, sebanyak 1.138 unit dalam tahap pembangunan dan 364 unit telah selesai dibangun.
Percepatan huntap di Aceh ditopang oleh kolaborasi berbagai lembaga di lapangan. BNPB tercatat menangani 6.804 unit, dengan 175 unit sudah rampung dan 10 unit masih berproses.
Kementerian PKP menyiapkan porsi terbesar sebanyak 20.647 unit. Dukungan lain datang dari Polri yang sedang membangun 300 unit, serta Yayasan Buddha Tzu Chi yang menangani 1.000 unit dengan 283 unit dalam progres.
Kemenko Polkam telah menuntaskan 104 unit hunian. Kadin bersama berbagai mitra lainnya turut memberikan dukungan tambahan untuk mempercepat pemulihan di Aceh.
Perkembangan Huntap di Sumatra Utara dan Sumatra Barat
Di Sumatra Utara, Yayasan Buddha Tzu Chi menjadi kontributor besar dengan membangun 1.103 unit, yang mana 297 unit sedang berproses dan 227 unit telah selesai. Kementerian PKP menyiapkan 3.707 unit dan BNPB menangani 2.235 unit, dibantu Baznas serta donor perorangan.
Sementara di Sumatra Barat, BNPB mencatat 21 unit huntap dalam progres pembangunan. Yayasan Buddha Tzu Chi menangani 500 unit dengan 54 unit yang sedang berjalan.
Kadin Indonesia telah menyelesaikan 5 unit huntap dan melanjutkan 5 unit sisanya di Sumatra Barat. Kementerian PKP sendiri menyiapkan 1.252 unit untuk mendukung pemulihan hunian permanen di wilayah tersebut.