Honda Bantah Buka Pemesanan Mobil Listrik Super One
PT Honda Prospect Motor mematangkan rencana peluncuran mobil listrik kompak Honda Super One di Indonesia, namun perusahaan menegaskan belum membuka keran pemesanan resmi secara nasional.
Langkah penegasan ini merespons kabar dari sejumlah tenaga penjual di media sosial yang mengklaim kendaraan yang dijuluki "Brio listrik" tersebut sudah dapat dipesan, seperti dilansir dari Detik Oto.
Para tenaga penjual menyatakan bahwa pemesanan unit dapat dilakukan dengan membayar uang muka atau booking fee sebesar Rp 10 juta.
"All New Honda EV Super One 2026 unit sudah dapat pedan ya," tulis salah satu tenaga penjual Honda di media sosial.
Pihak tenaga penjual mengklaim bahwa proses pengiriman kendaraan kepada konsumen dijadwalkan berlangsung pada pertengahan tahun 2026.
"Kemungkinan estimasi pengiriman pertengahan tahun, pak. Nah cuma kalau untuk tanggalnya, diperkirakan 27 Juni sampai 11 Juli 2026," ujarnya saat dikonfirmasi detikOto.
Selain masalah waktu pengiriman, pramuniaga tersebut membocorkan informasi mengenai kisaran harga jual mobil listrik pertama milik Honda itu.
"Rp 3XX jutaan ini kebetulan untuk model EV pertama (Honda), pak…" katanya.
Model ini juga dilaporkan tidak memiliki banyak opsi varian pada tahap awal pengenalan kepada masyarakat.
"Betul, pak. Baru satu tipe untuk saat ini," jelasnya.
Klaim mengenai pembukaan pesanan dan estimasi harga tersebut segera mendapatkan tanggapan resmi dari manajemen PT Honda Prospect Motor.
"Belum, kami belum membuka pemesanan untuk Honda Super One," ujar Billy saat dikonfirmasi terpisah.
Meskipun membantah aktivitas pemesanan, pihak pabrikan membenarkan bahwa kendaraan listrik mungil itu sedang dipersiapkan untuk pasar domestik.
"Iyah sudah pernah uji jalan di sini. Kalau sudah diuji di sini berarti tentunya akan ada rencana konkret untuk mobil itu di sini yah," kata Billy beberapa waktu lalu.
Simulasi perhitungan Detik Oto berdasarkan nilai jual kendaraan sekitar Rp 257 juta ditambah komponen pajak menunjukkan estimasi harga Rp 322,3 juta, yang nantinya akan bersaing dengan mobil listrik perkotaan lainnya.