Rudal Iran Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait
Sebanyak tujuh orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan rudal Iran yang menghantam pangkalan udara Amerika Serikat (AS) di Kuwait pada Rabu (27/5/2026). Penyerangan ini diklaim oleh Teheran sebagai bentuk respons terhadap gempuran militer AS di wilayah selatan Iran.
Informasi mengenai korban luka tersebut pertama kali dilaporkan oleh media AS, CBS News, pada Minggu (31/5) dan dilansir dari Detikcom. Korban luka terdiri atas empat personel militer AS dan tiga kontraktor sipil yang sedang bertugas di fasilitas tersebut.
Seluruh korban dilaporkan hanya mengalami luka ringan. Setelah mendapatkan perawatan, ketujuh korban tersebut dipastikan telah kembali bertugas dalam waktu 24 jam setelah insiden penyerangan terjadi.
Pihak militer AS memberikan konfirmasi mengenai adanya aktivitas serangan udara tersebut melalui komando wilayah mereka. Komando Pusat AS atau CENTCOM mengonfirmasi pergerakan rudal balistik dari wilayah Iran yang menuju ke arah Kuwait.
"berhasil dicegat oleh pasukan Kuwait"
kata Komando Pusat AS atau CENTCOM melaporkan bahwa rudal balistik Iran meluncur ke arah Kuwait pada Rabu (27/5) waktu setempat, dan.
Di pihak lain, militer Iran mengumumkan bahwa operasi tersebut merupakan tindakan balasan yang sah atas agresivitas Washington. Pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) membenarkan telah membidik fasilitas militer AS karena serangan sebelumnya di dekat Bandara Bandar Abbas.
IRGC kemudian meluncurkan serangan udara lanjutan terpisah pada Senin (1/6) pagi waktu setempat. Pasukan elite Iran tersebut mengklaim telah menghancurkan pangkalan yang menjadi pusat operasi AS terhadap fasilitas komunikasi di Pulau Sirik, Provinsi Hormozgan.
Pihak Kuwait ikut memberikan pernyataan resmi setelah gelombang serangan udara terbaru yang dilancarkan oleh militer Iran tersebut. Pernyataan dari IRGC ini keluar sesaat setelah militer Kuwait mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara mereka mendeteksi adanya ancaman.
"serangan rudal dan drone musuh"
sebut militer Kuwait mengumumkan sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat.
Sementara itu, militer AS mengambil tindakan balasan dengan menggempur sejumlah titik strategis pertahanan udara Iran pada akhir pekan lalu. CENTCOM menyatakan pasukannya telah menghancurkan lokasi radar dan pusat komando drone milik Iran di area Goruk serta Pulau Qeshm.
Pihak Amerika Serikat menegaskan tindakan ofensif tersebut murni dilakukan untuk melindungi aset serta personel mereka di wilayah perairan internasional.
"serangan pertahanan diri"
klaim CENTCOM dalam pernyataan terbarunya mengumumkan pasukan AS telah menyerang lokasi radar dan pusat komando drone Iran yang ada di area Goruk dan Pulau Qeshm pada Sabtu (30/5) dan Minggu (31/5) waktu setempat. CENTCOM mengklaim serangan itu sebagai.
Aksi saling serang ini semakin memanas setelah pihak Washington menuduh Teheran melakukan tindakan provokatif terlebih dahulu di ruang udara internasional.
"tindakan agresif Iran yang mencakup menembak jatuh drone MQ-1 AS yang beroperasi di atas perairan internasional"
ujar CENTCOM menambahkan bahwa serangan balasan tersebut dilakukan untuk merespons.