Presiden Prabowo Subianto Sampaikan RAPBN 2027 dan Temui Daud Yordan

Share

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri langsung Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026.

Kehadiran kepala negara bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional tersebut bertujuan untuk memaparkan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun 2027.

Langkah menghadiri sidang paripurna secara langsung ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya seorang Presiden Republik Indonesia menyampaikan nota keuangan dan arah kebijakan fiskal negara tanpa diwakili Menteri Keuangan.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan sejumlah target strategis seperti pertumbuhan ekonomi menuju 8 persen, penguatan nilai rupiah, pengendalian inflasi, reformasi tata kelola pengelolaan sumber daya alam (SDA), hingga pemberantasan korupsi.

Pemerintah mematok target nilai tukar rupiah pada 2027 berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat, di tengah kondisi nilai tukar yang sempat menyentuh Rp17.805 per dolar AS berdasarkan data Kompas TV.

Selain itu, Presiden Prabowo menetapkan kebijakan pengetatan tata kelola ekspor komoditas strategis seperti kelapa sawit (CPO) dan batu bara wajib melalui BUMN yang ditunjuk sebagai single exporter guna menutup celah kebocoran SDA.

Ketua Umum Relawan Jarnas for Prabowo-Gibran, H. Nasarudin, SH, MH, memberikan pandangan mengenai kehadiran Presiden dalam forum resmi DPR tersebut sebagai peristiwa penting dalam tata kelola pemerintahan.

"Ini mencerminkan kepemimpinan yang kuat, terbuka, dan siap menjelaskan arah kebijakan kepada wakil rakyat yang merepresentasikan lebih dari 270 juta rakyat Indonesia," ujar Nasarudin, Ketua Umum Relawan Jarnas for Prabowo-Gibran.

Nasarudin menilai penunjukan BUMN sebagai single exporter merupakan langkah berani dan patriotik yang sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945.

"Selama ini terlalu banyak kebocoran dan penguasaan oleh segelintir pihak. Dengan kebijakan ini, negara hadir langsung mengelola komoditas strategis bangsa," tegas Nasarudin, Ketua Umum Relawan Jarnas for Prabowo-Gibran.

Di luar agenda resmi sidang, momen unik terjadi saat Presiden Prabowo berpapasan dengan anggota DPD RI asal Kalimantan Barat sekaligus petinju profesional dunia, Daud Yordan, di lorong Gedung Parlemen.

Dilansir dari Detikcom, keduanya yang mengenakan setelan jas formal langsung saling memasang gestur dan kuda-kuda adu tinju secara spontan sehingga memancing tawa orang-orang di sekitar lokasi, sebelum akhirnya Presiden merangkul erat sang senator.

Melalui akun Instagram pribadinya, Daud Yordan mengunggah momen lucu tersebut dan menyatakan bahwa aksi silaturahmi unik ala dunia adu jotos ini bukan pertama kali terjadi karena sebelumnya Presiden juga pernah meninju pelan pundaknya saat Lebaran Maret 2026.

"Kita saling bersilaturahmi dengan gaya yang sama di manapun berada," tulis Daud Yordan, Anggota DPD RI.

Daud Yordan, yang juga merupakan juara dunia kelas ringan super versi IBA setelah menang TKO atas Hernan Leandro Carrizo pada September 2024, mengonfirmasi bahwa interaksi tersebut murni merupakan gurauan karib.

"Yang menarik adalah tampaknya cuma saya satu-satunya petinju yang berani ngajak Presiden berantem dengan gaya lucu-lucuan," kata Daud Yordan, Anggota DPD RI.

Mantan juara dunia kelas bulu versi IBO tahun 2012 ini menambahkan bahwa keakraban tersebut dapat terjadi karena hubungan interpersonal yang sudah terbangun lama di antara mereka.

"And hanya Pak Presiden yang berani mengajak orang berantem dan diladenin karena memang beliau sahabat lama saya," imbuh Daud Yordan, Anggota DPD RI.

Pertemuan spontan yang diwarnai candaan tersebut ditutup dengan rangkulan dan obrolan ringan sebelum Presiden Prabowo melanjutkan langkah kaki meninggalkan ruangan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author