Lestari Moerdijat Minta Generasi Muda Kenali Diri untuk Jadi Pemimpin

Share

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa penguasaan dan pengenalan diri menjadi fondasi fundamental yang wajib dimiliki generasi muda untuk menjadi pemimpin masa depan, seperti dilansir dari Detikcom.

Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan arahan dalam acara karantina daring Duta Siswa Kabupaten/Kota Se-Indonesia 2026 yang diselenggarakan oleh Komite Seleksi Nasional Yayasan Duta Siswa Indonesia pada Minggu (31/5).

Lestari Moerdijat, yang akrab disapa Rerie, menilai bahwa tantangan terbesar seorang pemimpin masa depan bukan berasal dari faktor eksternal, melainkan dari kemampuan mengendalikan diri sendiri.

"Perjalanan mengenal diri sendiri itu dimulai sejak dini. Kalau kita mau mengubah masa depan, maka kita harus belajar memahami diri sendiri," ujar Lestari Moerdijat, Wakil Ketua MPR RI dalam keterangannya, Senin (1/6/2026).

Menurut Rerie, seorang pemimpin yang ideal harus mampu menyelesaikan segala persoalan dengan dirinya terlebih dahulu agar dapat memahami kepemimpinannya secara utuh.

"Pemimpin yang paripurna adalah pemimpin yang sudah selesai dengan dirinya sendiri. Sudah selesai dengan dirinya sendiri berarti memahami dirinya," tegas Lestari Moerdijat, Wakil Ketua MPR RI.

Lebih lanjut, Anggota Komisi X DPR RI ini mengkritik kecenderungan generasi muda saat ini yang dinilai bergerak terlalu cepat, mudah terdistraksi, dan terburu-buru dalam merespons sesuatu di media sosial.

"Banyak anak pintar, tetapi tidak fokus. Dan gampang sekali terdistraksi," ujar Lestari Moerdijat, Anggota Komisi X DPR RI.

Sebagai solusi, Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem ini memperkenalkan Teori U karya Otto Scharmer yang mengajarkan pentingnya melihat, mendengar, merenung, dan memahami akar masalah sebelum mengambil tindakan.

"Karena, apa yang terlihat di atas itu biasanya hanya sedikit. Yang sebenarnya justru ada di bawah dan tersembunyi," jelas Lestari Moerdijat, Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem.

Rerie juga menambahkan bahwa membangun peta empati melalui sudut pandang yang luas sangat krusial bagi calon pemimpin agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.

"Sehingga ketika mengambil keputusan, ketika kalian bertindak, ketika memiliki kewenangan untuk mengambil kebijakan, kalian memiliki kemampuan untuk melihat dari berbagai sudut pandang," tegas Lestari Moerdijat, Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem.

Di akhir pemaparannya, Rerie meminta seluruh peserta karantina untuk menumbuhkan keberanian dalam membawa perubahan dan mulai mempersiapkan diri sejak dini.

"Mulai dari sekarang, para calon pemimpin sudah harus mampu mengenali dirinya, mampu memahami dirinya, dan kemudian menyiapkan dirinya untuk bertindak," pungkas Lestari Moerdijat, Wakil Ketua MPR RI.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author