Dokter Onkologi Bantah Menyemprotkan Parfum di Leher Picu Kanker Tiroid
Seorang pakar onkologi membantah narasi viral di media sosial yang mengeklaim bahwa kebiasaan menyemprotkan parfum secara langsung ke area leher dapat memicu penyakit kanker tiroid, seperti dilansir dari Detik Health.
Dokter spesialis bedah subspesialis bedah onkologi, Dr dr Diani Kartini SpBOnk memberikan penegasan bahwa informasi yang mengaitkan penggunaan produk wewangian di leher dengan risiko kanker tiroid merupakan kabar bohong.
"Kalau menyemprotkan parfum untuk daerah leher itu sebuah hoax ya kalau untuk menyebabkan kanker tiroid," tegas dr Diani.
Pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali pada jaringan tiroid hingga membentuk tumor ganas merupakan penyebab terjadinya kanker tersebut. Penjelasan medis menyatakan bahwa penyebab pasti mutasi sel belum diketahui secara absolut, tetapi cairan parfum tidak termasuk dalam daftar faktor risiko yang terbukti ilmiah.
Paparan radiasi terutama pada bagian kepala dan leher menjadi pemicu utama yang paling diwaspadai dalam kasus kanker tiroid. Kelenjar tiroid di dalam leher tidak akan mengalami kerusakan atau perubahan sel menjadi ganas akibat zat kimia kosmetik standar di pasaran karena tidak bersifat karsinogenik.
"Penyebab kanker tiroid hingga kini belum diketahui secara pasti, tetapi terdapat beberapa faktor yang meningkatkan risikonya. Salah satunya adalah paparan radiasi. Terutama radiasi pada area kepala dan leher, misalnya dari pengobatan medis di masa kecil, yang dampaknya bisa muncul 10 hingga 20 tahun setelah paparan terjadi," urai dr Diani.
Pernyataan tersebut sejalan dengan pedoman klinis global dari American Thyroid Association (ATA) dan International Agency for Research on Cancer (IARC). Data dari kedua lembaga menunjukkan bahwa satu-satunya faktor risiko lingkungan yang terbukti konsisten memicu kanker tiroid adalah radiasi pengion, seperti riwayat radioterapi medis atau kecelakaan nuklir.