Data Inflasi Dominasi Pasar Keuangan Asia Sepekan ke Depan

Share

Data inflasi diperkirakan mendominasi pergerakan pasar di kawasan Asia selama pekan ini. Lonjakan harga minyak mentah dunia yang terus bertahan tinggi memicu penguatan ekspektasi terhadap inflasi global.

Dikutip dari Bloomberg Technoz, rilis data inflasi akan diumumkan oleh sejumlah negara seperti Korea Selatan, Taiwan, Indonesia, Filipina, Thailand, dan Pakistan. Tekanan harga di negara-negara tersebut diproyeksikan meningkat akibat imbas kenaikan biaya energi pascakonflik Iran.

Inflasi Indonesia sendiri diperkirakan merangkak naik menjadi 3,1% pada Mei dari posisi 2,42% pada April. Tingginya permintaan domestik serta kenaikan ongkos energi menjadi pendorong utama. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut mendongkrak biaya impor, kendati subsidi pemerintah mampu menahan sebagian dampaknya.

Bloomberg Economics memberikan peringatan bahwa inflasi Indonesia berpotensi menembus batas atas target Bank Indonesia sebesar 3,5% mulai Juni jika guncangan harga minyak terus berlanjut. Sementara itu, inflasi Korea Selatan diproyeksikan naik menjadi 2,9% pada Mei dari 2,6% pada April karena harga minyak mulai diteruskan ke konsumen.

Bank of Korea diperkirakan mulai menaikkan suku bunga pada kuartal III dan berlanjut pada kuartal IV. Di sisi lain, Reserve Bank of India (RBI) diproyeksikan mempertahankan suku bunga acuan pada rapat kebijakan Juni karena inflasi masih di bawah target, meskipun pengetatan moneter bertahap berpotensi dimulai pada Oktober akibat risiko monsun yang lemah.

Fokus pasar pekan ini juga tertuju pada data upah Jepang yang berpotensi memperkuat alasan bagi Bank of Japan untuk menaikkan suku bunga pada Juni. Selain itu, ekspor Korea Selatan diproyeksikan melonjak 55,5% secara tahunan pada Mei yang didorong oleh tingginya permintaan chip AI.

Di luar Asia, laporan tenaga kerja (nonfarm payrolls) Amerika Serikat akan menjadi penentu arah kebijakan The Fed selanjutnya. Rilis proyeksi ekonomi terbaru versi OECD juga akan menjadi acuan bagi para investor dalam menilai prospek pertumbuhan global ditengah ketidakpastian geopolitik.

Berikut adalah rangkaian agenda ekonomi penting yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar selama sepekan ke depan:

Senin, 1 Juni 2026

Pasar keuangan domestik Indonesia libur memperingati Hari Lahir Pancasila, di mana Presiden Prabowo direncanakan menjadi inspektur upacara di Gedung Pancasila. Agenda global meliputi rilis inflasi Pakistan, data ekspor Korea Selatan, PMI manufaktur China versi RatingDog, serta produksi industri dan PMI manufaktur India versi HSBC.

Jepang mengumumkan belanja modal dan PMI manufaktur S&P. Zona Euro merilis PMI manufaktur, ekspektasi inflasi, serta data pengangguran. Amerika Serikat merilis belanja konstruksi, ISM Manufacturing Index, dan PMI manufaktur S&P Global. Inggris mengumumkan S&P global manufacturing PMI dan harga perumahan nasional.

Peristiwa penting lainnya adalah berakhirnya masa jabatan Gubernur Bank of France François Villeroy de Galhau yang digantikan oleh Emmanuel Moulin. Konferensi Internasional Bank of Korea dimulai di Seoul, sementara industri teknologi global berkumpul di Taipei menjelang pembukaan Computex.

Selasa, 2 Juni 2026

Indonesia akan mengumumkan data inflasi, neraca perdagangan, serta PMI Manufaktur S&P Global. Korea Selatan merilis data inflasi, sedangkan Australia mengumumkan neraca transaksi berjalan dan izin pembangunan. Amerika Serikat menjadwalkan rilis penjualan kendaraan dan lowongan kerja JOLTS.

Zona Euro mengumumkan data inflasi, Hong Kong merilis data penjualan ritel, dan Inggris mengeluarkan data persetujuan kredit rumah. Di dalam negeri, terdapat Rapat Kerja Komisi VII DPR RI dengan menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI terkait evaluasi kinerja dan serapan anggaran semester I tahun 2026.

Presiden Federal Reserve Cleveland Beth Hammack dan mantan Menteri Keuangan AS Janet Yellen dijadwalkan berbicara dalam forum terpisah. Gubernur BOE Andrew Bailey memberikan kesaksian di parlemen, sementara Israel dan Lebanon melanjutkan pembicaraan di Washington. Nomura Investment Forum Asia dimulai di Singapura, Japan ETF Conference di Tokyo, dan Money20/20 Europe di Amsterdam.

Rabu, 3 Juni 2026

Australia merilis data PDB, sedangkan China mengumumkan PMI jasa RatingDog. Amerika Serikat menjadwalkan rilis data factory orders, pesanan barang tahan lama, serta ISM Services Index. Vietnam merilis data produksi industri, neraca perdagangan, dan inflasi. Zona Euro mengumumkan PMI jasa S&P Global dan indeks harga produsen.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent dijadwalkan memberikan kesaksian mengenai anggaran di Senat. Presiden Fed Dallas Lorie Logan dan Gubernur Fed Michael Barr berbicara dalam sejumlah forum. OECD merilis proyeksi ekonomi global terbaru, sementara Bloomberg Tech Summit digelar di San Francisco.

DPR RI menggelar sejumlah rapat penting, termasuk Rapat Kerja Komisi VII dengan Menteri Pariwisata, serta Rapat Dengar Pendapat Komisi VI dengan Direktur Utama PT KAI dan Direktur Utama PT Industri Kereta Api.

Kamis, 4 Juni 2026

Komisi VI DPR RI mengagendakan Rapat Dengar Pendapat dengan Kepala BP BUMN terkait struktur organisasi dan Peta Jalan BUMN. Agenda internasional meliputi rilis neraca perdagangan Australia, klaim pengangguran mingguan Amerika Serikat, penjualan ritel Zona Euro, produksi industri Spanyol, serta inflasi Swedia.

Presiden Fed San Francisco Mary Daly berbicara dalam Bloomberg Tech Summit, sementara Presiden Fed Richmond Tom Barkin membahas prospek ekonomi. Gubernur BOE Andrew Bailey dan Presiden ECB Christine Lagarde juga dijadwalkan menyampaikan pidato dalam forum terpisah.

Jumat, 5 Juni 2026

India akan mengumumkan data PDB serta keputusan suku bunga RBI. Jepang merilis data belanja rumah tangga dan Leading Index. Filipina mengumumkan inflasi dan cadangan devisa, sedangkan Singapura merilis penjualan ritel, dan Thailand merilis inflasi serta cadangan devisa.

Amerika Serikat akan mempublikasikan tingkat pengangguran dan data nonfarm payrolls. Zona Euro mengumumkan neraca perdagangan dan produksi industri, sementara Kanada merilis tingkat pengangguran. Wakil Gubernur RBA Andrew Hauser berbicara dalam forum outlook ekonomi, pertemuan ECONDAT berlangsung di Paris, dan KTT Pemimpin Uni Eropa-Balkan Barat digelar di Montenegro.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author