Costco Turunkan Harga BBM demi Tarik Konsumen ke Toko
Jaringan ritel raksasa Costco memanfaatkan penjualan bahan bakar minyak murah untuk memicu lonjakan kunjungan konsumen ke dalam gudang belanja mereka di tengah tingginya tekanan harga energi di Amerika Serikat.
Berdasarkan laporan kcci.com pada hari Minggu, 31 Mei 2026, lonjakan permintaan BBM yang sangat tinggi ini memaksa banyak stasiun pengisian bahan bakar milik Costco mendatangkan truk tangki berkali-kali dalam sehari agar tidak kehabisan stok.
Fenomena ini terjadi saat harga rata-rata nasional BBM di Amerika Serikat telah melonjak melampaui 4 dolar AS per galon, bahkan menembus angka 6 dolar AS per galon di wilayah Pantai Barat akibat konflik yang masih berlangsung dengan Iran.
Costco secara konsisten menjual BBM dengan harga sekitar 30 sen lebih murah per galon dibandingkan pom bensin lokal lain dengan mengandalkan skala bisnis masif dan kontribusi laba dari biaya keanggotaan tahunan.
Peningkatan volume penjualan BBM ini berhasil mendorong pertumbuhan lalu lintas kunjungan konsumen ke dalam gudang belanja fisik Costco sebesar kurang lebih 5 persen sepanjang kuartal terakhir.
Pihak manajemen mengungkapkan bahwa sekitar setengah dari total konsumen yang mengisi bahan bakar di stasiun mereka pada akhirnya memutuskan untuk berjalan masuk dan berbelanja di dalam toko.
"We believe this will drive even greater loyalty with these members in the future, as members who use our gas stations typically spend more with us in the warehouse," ujar Roland Vachris, CEO Costco.
Untuk mengoptimalkan momentum kunjungan tersebut, manajemen Costco juga memperluas program diskon pada komoditas pangan pokok seperti daging dan telur yang diletakkan di area paling belakang gudang.
"We saw it as an opportunity, recognizing that our members were dealing with higher gas prices, to really invest in increasing value to the member," kata Gary Millerchip, Chief Financial Officer Costco.
Meskipun strategi margin tipis ini menekan profitabilitas konsolidasi perusahaan saat harga energi melonjak, manajemen tetap optimistis tren pertumbuhan loyalitas pelanggan ini akan terus bertahan jangka panjang.