Masa Karantina Penumpang Kapal Pesiar Hondius di AS Diperpanjang
Sebagian warga Amerika Serikat yang terpapar hantavirus di kapal pesiar Hondius harus memperpanjang masa karantina mereka di Nebraska melampaui jadwal awal 31 Mei 2026, sementara beberapa lainnya akan dibebaskan pekan depan. Langkah penanganan medis ini diambil setelah otoritas kesehatan memantau belasan warga di Unit Karantina Nasional Pusat Medis Universitas Nebraska, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz pada Minggu (31/5/2026).
Sebanyak 18 warga Amerika Serikat menjalani pemantauan ketat di fasilitas Omaha tersebut guna mengantisipasi gejala hantavirus. Salah satu dari mereka merupakan seorang dokter pensiunan yang sempat dinyatakan positif namun kini telah sembuh secara medis.
Pihak Departemen Kesehatan Negara Bagian New York mengonfirmasi bahwa dua warga asal wilayah mereka dijadwalkan meninggalkan tempat karantina pada pekan depan. Kendati demikian, sisa penumpang lainnya diwajibkan bertahan di Nebraska sampai masa inkubasi penuh virus tersebut selesai pada 22 Juni.
Mekanisme pemulangan bagi warga yang bebas karantina akan menggunakan penerbangan non-komersial menuju tempat tinggal khusus di luar Kota New York. Selama di lokasi tersebut, mereka dilarang melakukan kontak dengan orang luar serta wajib mengikuti prosedur pemantauan harian.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) belum merilis perincian mengenai sisa penumpang yang masih tertahan. Pihak otoritas menyatakan bahwa koordinasi dengan para penumpang dan departemen kesehatan setempat terus berjalan selama periode pemantauan yang ditetapkan sepanjang 42 hari.
Kasus ini bermula pada awal April saat seorang individu di atas kapal Hondius melaporkan gejala gangguan pernapasan, yang kemudian diikuti oleh kematian tiga penumpang. Akibat situasi tersebut, proses evakuasi penumpang kapal pesiar Hondius mulai dilakukan di Kepulauan Canary Spanyol pada 10 Mei, sebelum para penumpang asal AS dipindahkan ke ruang Unit Karantina Nasional keesokan harinya.
Kebijakan karantina ini sempat memicu keraguan terkait statusnya yang bersifat sukarela atau wajib bagi para penumpang. Pada awal Mei, pejabat berwenang sempat memberikan opsi karantina mandiri di rumah jika situasi kediaman penumpang dinilai memungkinkan.
"jika situasi rumah mereka memungkinkan." kata Jay Bhattacharya, Penjabat Direktur CDC.
Keputusan akhir dari pimpinan pemerintahan federal menetapkan agar seluruh penumpang tetap diisolasi di Nebraska hingga akhir Mei. Penetapan durasi ini mengacu pada karakteristik hantavirus yang dibawa oleh hewan pengerat dan memiliki masa inkubasi panjang hingga enam minggu.
“tidaklah mengejutkan” kata Organisasi Kesehatan Dunia.
Saat ini, CDC telah mengalihkan sebagian besar fokus operasionalnya ke wilayah lain. Otoritas kesehatan tersebut kini tengah memusatkan penanganan pada wabah Ebola yang terjadi di Republik Demokratik Kongo dan negara-negara tetangganya.