Kanye West Gelar Konser di Turki Pasca-Pemboikotan di Eropa

Share

Rapper asal Amerika Serikat, Ye, yang sebelumnya populer dengan nama Kanye West, berhasil menarik sekitar 118.000 penggemar dalam konser perdana miliknya di Istanbul, Turki pada Sabtu (30/5/2026). Pergelaran besar di Stadion Olimpiade Ataturk ini menjadi penampilan langka sang musisi di kawasan Eropa setelah serangkaian pemboikotan atas dirinya, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.

Kantor berita Anadolu milik pemerintah Turki melaporkan bahwa penonton yang memadati lokasi acara berdatangan dari berbagai wilayah di Turki, Timur Tengah, hingga Eropa. Kehadiran Ye di Istanbul ini berlangsung sekitar satu bulan usai pembatalan konsernya di Marseille karena adanya upaya pemblokiran dari otoritas Prancis.

Sebelum agenda di Prancis terjadwal, pemerintah Inggris juga telah menerapkan larangan masuk bagi Ye ke wilayah mereka. Kebijakan tersebut berujung pada pembatalan keikutsertaan sang rapper dalam sebuah festival musik yang seharusnya menjadi tempatnya beraksi.

Rangkaian penolakan di benua Eropa ini dipicu oleh sejarah pernyataan anti-Semit yang berulang kali diutarakan oleh Ye. Dampak dari komentar kontroversial tersebut membuat sang musisi kehilangan banyak kerja sama bernilai tinggi dengan sejumlah merek fesyen global, termasuk pemutusan kemitraan oleh Adidas, Gap, serta Balenciaga.

Selain pemutusan kontrak kerja, Ye sempat menerima sanksi berupa penangguhan akun dari platform media sosial. Pemboikotan ini makin menguat setelah ia merilis karya lagu dan tayangan iklan komersial yang dinilai memuat simbol serta pesan anti-Semit yang sangat provokatif.

Melalui sebuah pengumuman resmi di media cetak pada Januari lalu, Ye menyampaikan permohonan maaf terbuka atas seluruh pernyataan kontroversialnya di masa lalu. Ia mengaku mengalami gangguan bipolar yang memengaruhi perilakunya di depan publik.

"Heil Hitler" cetus Ye, dalam salah satu lagu yang dirilis tahun lalu sebelum ia menyampaikan penyesalannya.

Pernyataan maaf tersebut dimuat dalam iklan satu halaman penuh di Wall Street Journal, di mana ia menegaskan posisi dirinya yang bukan merupakan seorang Nazi ataupun anti-Semit.

"sangat malu" kata Ye, saat menggambarkan penyesalan atas tindakan dan perilakunya sendiri selama ini.

Pertunjukan musik Ye di Istanbul ini juga berlangsung di tengah situasi geopolitik yang memanas. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat ini dikenal sebagai salah satu tokoh yang paling vokal dalam mengkritik operasi militer Israel di Jalur Gaza.

Baru-baru ini, Erdogan melayangkan tuduhan kepada pihak Israel terkait pelanggaran kesepakatan gencatan senjata di Lebanon. Ketegangan militer yang melibatkan kelompok Hizbullah dan agresi yang terus berlanjut di Gaza dinilai oleh pemerintah Turki dapat memicu instabilitas yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author