Bakom Tegaskan Agenda Kunjungan Kerja Presiden Prabowo Hanya ke Prancis
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari menegaskan agenda resmi lawatan luar negeri Presiden Prabowo Subianto pada pekan ini, sejak Selasa (26/5/2026) hingga Jumat (29/5/2026), hanya ditujukan ke Prancis. Klarifikasi ini disampaikan untuk merespons isu yang beredar mengenai adanya rencana kunjungan ke negara lain, termasuk Italia, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Pemerintah menyatakan bahwa informasi mengenai perjalanan di luar agenda resmi yang telah dijadwalkan tersebut tidak memiliki dasar formal.
"Sejak awal tidak ada statement pemerintah RI bahwa Presiden akan ke Italia. Yang kedua, jadwal resmi memang hanya ke Prancis," kata Qodari.
Penjelasan lebih lanjut mengenai prosedur kunjungan kenegaraan juga dipaparkan demi meluruskan spekulasi publik terkait rute perjalanan presiden.
"Bila di perjalanan ada rencana akan ke tujuan yang lain, itu sebatas rencana sampai ada penyampaian resmi dari pemerintah," ujarnya.
Kunjungan kenegaraan menuju Prancis ini sebenarnya telah diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono sejak 22 April 2026 lalu. Agenda tersebut merupakan bentuk balasan atas kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia yang terlaksana pada tahun sebelumnya.
Selain mempererat kemitraan bilateral, misi diplomasi ini berfokus pada penguatan kerja sama pertahanan, khususnya transfer teknologi usai Indonesia mengakuisisi sejumlah alat utama sistem persenjataan dari Prancis. Sektor pendidikan, terutama pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), serta peningkatan investasi di bidang energi dan mineral kritis juga menjadi target utama pemerintah.
Faktor hubungan personal yang kuat antara kedua pemimpin negara turut dinilai menjadi modal sosial penting dalam mendukung keberhasilan kerja sama ini.
"Kita semua mengetahui bahwa ada hubungan personal yang sangat kuat antara kedua kepala negara dan modal sosial itu tidak kalah penting dibandingkan modal ekonomi maupun politik dalam membangun hubungan baik dan kerja sama antarnegara," katanya.
Penguatan diplomasi internasional Indonesia juga disebut didukung oleh hubungan baik Presiden Prabowo dengan beberapa pemimpin dunia lain seperti Vladimir Putin, Donald Trump, dan Xi Jinping.
"Semua ini tentu kita merasakan manfaatnya dalam konteks situasi dan kondisi saat ini maupun pada masa depan," ujar Qodari.