Kisah Unik Lima Benda Kuliner Menyimpan Sejarah Menarik

Share

Peralatan makan hingga kantong teh yang digunakan setiap hari ternyata menyimpan sejarah menarik di baliknya.

Seperti dilansir dari Detik Food, beberapa benda yang berkaitan erat dengan aktivitas makan dan minum ini memiliki kisah unik yang jarang diketahui masyarakat.

Berikut adalah perjalanan panjang lima benda di sekitar meja makan beserta asal-usul penemuannya.

Garpu kini menjadi alat makan yang hampir selalu tersedia di meja makan, meskipun perjalanannya hingga diterima masyarakat tidak mudah.

Bangsa Yunani, Romawi, dan Bizantium kuno sebenarnya sudah menggunakan garpu, tetapi fungsinya saat itu lebih banyak untuk menyajikan makanan.

Garpu makan pribadi baru dikenal kembali di Eropa Barat pada abad ke-11 saat Putri Bizantium Theodora Doukaina membawanya ke Venesia sebagai bagian dari mas kawin.

Kehadiran benda ini awalnya menuai kritik dari kalangan gereja yang menganggap manusia sudah diberi jari oleh Tuhan untuk makan.

Selama berabad-abad, garpu identik dengan kemewahan dan gaya hidup berlebihan sebelum akhirnya diterima luas di Eropa dan Amerika pada abad ke-18 hingga ke-19.

2. Sendok Digunakan Manusia Sejak Ribuan Tahun Lalu

Sendok menjadi salah satu alat makan dengan usia tertua dibandingkan peranti modern lainnya.

Jauh sebelum ada garpu dan pisau makan modern, manusia memanfaatkan cangkang kerang, tulang berongga, hingga potongan kayu untuk menyendok makanan.

Bukti penggunaan sendok ditemukan pada peninggalan Mesir Kuno sebelum tahun 1000 SM yang dibuat dari kayu, batu api, gading, hingga batu tulis.

Pada Abad Pertengahan di Eropa, banyak orang membuat sendok sendiri dari kayu atau tanduk hewan.

Kepemilikan sendok perak kemudian menjadi simbol kekayaan yang melahirkan ungkapan "lahir dengan sendok perak", meskipun bentuk dasarnya hampir tidak berubah selama sekitar 5.000 tahun.

3. Kantong Teh Tercipta Karena Kesalahpahaman Pelanggan

Kantong teh atau tea bag yang praktis ternyata lahir dari sebuah kesalahan komersial.

Pada 1908, pedagang teh asal New York bernama Thomas Sullivan mengirim sampel teh menggunakan kantong sutra kecil demi menghemat biaya pengemasan.

Namun, para pelanggan justru langsung mencelupkan kantong tersebut ke air panas tanpa mengeluarkan daun tehnya terlebih dahulu karena dianggap lebih praktis.

Ketika Sullivan kembali mengirim sampel dalam wadah lain, pelanggan malah mengeluh dan meminta kemasan kantong kembali.

Melihat respons tersebut, ia mulai memproduksi kantong teh khusus untuk diseduh yang kini berevolusi menggunakan kertas filter modern.

4. Kartu Kredit Berawal dari Kesalahan saat Makan Malam

Kemudahan membayar makanan menggunakan kartu kredit di restoran berawal dari kejadian yang memalukan.

Pada 1949, pebisnis asal New York bernama Frank McNamara mengajak klien makan malam di restoran Major's Cabin Grill.

Saat hendak membayar tagihan, ia baru menyadari dompetnya tertinggal di rumah sehingga istrinya harus datang membawa uang tunai.

Dari pengalaman itu, McNamara mendapat ide membuat kartu yang bisa digunakan untuk membayar di berbagai jaringan restoran.

Bersama rekannya, ia meluncurkan kartu Diners Club pada 1950 yang awalnya diterima di 27 restoran di New York sebelum berkembang menjadi sistem modern.

5. Kotak Bekal Berawal dari Wadah Bekas Para Pekerja

Sebelum menjadi perlengkapan makan yang populer untuk anak sekolah, kotak bekal berkaitan erat dengan dunia kerja.

Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, para pekerja di Amerika membawa makan siang menggunakan kaleng tembakau atau ember logam seadanya.

Kotak bekal khusus anak sekolah mulai muncul pada 1920-an dengan desain sederhana, dan popularitasnya melonjak pada 1950.

Momentum itu terjadi saat Aladdin Industries merilis kotak bekal bergambar karakter koboi Hopalong Cassidy yang terjual sekitar 600 ribu unit dalam satu tahun.

Seiring waktu, bahan logam digantikan oleh vinil dan plastik yang lebih ringan untuk mendukung budaya makan siang masyarakat modern.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author