San Antonio Spurs Lolos ke Final NBA Usai Tekuk Thunder

Share

San Antonio Spurs memastikan diri lolos ke Final NBA untuk pertama kali sejak 2014 setelah menumbangkan juara bertahan Oklahoma City Thunder dengan skor 111-103 pada gim ketujuh Final Wilayah Barat di Paycom Center, Sabtu (30/5) malam waktu setempat.

Kemenangan di markas lawan tersebut sekaligus mendepak Oklahoma City Thunder dari takhta juara. Keberhasilan San Antonio Spurs ini sekaligus memastikan bahwa NBA akan melahirkan juara baru untuk musim kedelapan secara berturut-turut.

Victor Wembanyama memimpin perolehan angka San Antonio Spurs dengan mencetak 22 poin. Julian Champagnie turut menyumbang 20 poin, dengan 18 poin di antaranya dihasilkan melalui tembakan tiga angka.

"This feeling, I can't explain it," ujar Victor Wembanyama, Pemain San Antonio Spurs. "It's so powerful."

Pebasket asal Prancis tersebut menegaskan bahwa timnya masih lapar akan kemenangan pada laga puncak selanjutnya.

"We want four more," kata Victor Wembanyama, Pemain San Antonio Spurs. "We're not done."

Selain performa apik Victor Wembanyama dan Julian Champagnie, Stephon Castle menambah 16 poin disusul De'Aaron Fox dengan 15 poin untuk San Antonio Spurs. Dylan Harper mencetak 12 poin, sementara Keldon Johnson dan Devin Vassell masing-masing menyumbang 11 poin.

Pelatih San Antonio Spurs menyatakan bahwa sejak awal musim bergulir, dirinya sudah melihat potensi besar yang dimiliki oleh skuad asuhannya tersebut.

"Back in October, we knew we had a chance to be pretty good," kata Mitch Johnson, Pelatih San Antonio Spurs.

Mitch Johnson menambahkan bahwa performa anak asuhnya di atas lapangan dalam laga penentu ini sangat luar biasa karena mampu menjawab tantangan pada momen-momen krusial.

"The players did what they've been doing all year and they met the biggest moment," ujar Mitch Johnson, Pelatih San Antonio Spurs.

Pertandingan penentu ini berjalan ketat sejak awal, berbeda dari empat laga sebelumnya yang cenderung didominasi salah satu tim hingga kuarter keempat. San Antonio Spurs sempat memimpin 14 poin di paruh pertama dan unggul 11 poin pada kuarter ketiga, namun Oklahoma City Thunder selalu berhasil mengejar hingga skor menjadi 80-77 sebelum kuarter terakhir dimulai.

Momen penting terjadi pada pertengahan kuarter keempat saat pemain San Antonio Spurs, Luke Kornet, melakukan blok terhadap tembakan Isaiah Hartenstein di dekat ring. Aksi bertahan tersebut menggagalkan serangan balik cepat Oklahoma City Thunder yang berpotensi memperkecil selisih skor menjadi empat poin.

Di kubu lawan, Shai Gilgeous-Alexander menjadi motor serangan utama Oklahoma City Thunder dengan membukukan 35 poin dan sembilan asis. Cason Wallace menambah 17 poin, sedangkan Jared McCain serta Alex Caruso masing-masing mengemas 12 poin untuk tim tuan rumah yang tampil pincang tanpa Jalen Williams akibat cedera hamstring.

Pelatih Oklahoma City Thunder mengungkapkan bahwa kekalahan di laga krusial ini harus menjadi pelajaran berharga untuk perkembangan timnya di masa depan.

"You have to grow from every experience, including the tough ones," kata Mark Daigneault, Pelatih Oklahoma City Thunder. "And it's the NBA — there are tough ones. We can also be really disappointed. … There's nobody that we don't think we can beat, respectfully."

Sementara itu, bintang Oklahoma City Thunder mengakui bahwa mempertahankan gelar juara dalam kompetisi seketat NBA merupakan sebuah misi yang sangat berat.

"Winning an NBA championship is very hard in itself to do one time," kata Shai Gilgeous-Alexander, Pemain Oklahoma City Thunder. "So to do it all over again would just only make it harder."

Hasil ini membuat San Antonio Spurs mencatatkan delapan kemenangan dari total 12 pertemuan melawan Oklahoma City Thunder sepanjang musim ini. San Antonio Spurs selanjutnya dijadwalkan bertindak sebagai tuan rumah untuk menjamu New York Knicks pada gim pertama babak Final NBA yang akan berlangsung Rabu (3/6) malam waktu setempat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author