Jalen Brunson Bawa Knicks Bangkit Tundukkan Cavaliers pada Game 1

Share

New York Knicks berhasil mencatatkan kebangkitan terbesar dalam sejarah pascamusim klub setelah mengalahkan Cleveland Cavaliers dengan skor 115-104 pada Game 1 Final Wilayah Timur (ECF) di Madison Square Garden pada Selasa malam.

Dilansir dari theringer.com dan sports.yahoo.com, skuad asuhan Kenny Atkinson sempat memimpin hingga 22 poin saat kuarter keempat tersisa sekitar tujuh menit sebelum kapten Knicks, Jalen Brunson, memimpin pembalikan situasi secara dramatis.

Jalen Brunson tampil mendominasi dengan mencetak total 38 poin sepanjang pertandingan dan secara konsisten mengincar James Harden dalam situasi satu lawan satu di kuarter terakhir.

Pemain All-Star tiga kali tersebut mencetak 15 poin pada kuarter keempat dan masa overtime untuk memicu kebangkitan New York Knicks setelah sebelumnya sempat kesulitan menghadapi pertahanan Cleveland Cavaliers.

"I don’t have an answer for you," kata Jalen Brunson, Kapten New York Knicks.

Pebasket New York Knicks tersebut sempat terbata-bata dan tertawa tidak percaya saat diwawancarai oleh Lisa Salters dari ESPN setelah pertandingan berakhir.

"I really don’t have an answer," ujar Jalen Brunson, Kapten New York Knicks.

Performa dominan Brunson atas Harden menuai reaksi keras dari analis First Take, Stephen A. Smith, yang menilai bahwa performa tersebut sangat menyudutkan guard Cleveland Cavaliers tersebut.

"Jalen Brunson should be arrested for the assault he put on James Harden. It was really, really bad," kata Stephen A. Smith, Analis First Take.

Smith menambahkan bahwa momen tersebut merupakan salah satu kejadian langka di mana penonton bisa merasa kasihan terhadap situasi yang dialami James Harden di lapangan.

"It was one of the rare moments in the history of James Harden’s career where you absolutely felt sorry for him," kata Stephen A. Smith, Analis First Take.

Kritik dari analis media Amerika Serikat tersebut juga sudah disampaikan sebelumnya dalam program SportsCenter setelah pertandingan selesai bergulir.

"literally be arrested for the assault that he put on James Harden," ujar Stephen A. Smith, Analis First Take.

Menurut Smith, Brunson terus melewati dan mencetak angka dengan mudah di depan James Harden pada akhir laga.

"Just abused him at every single turn. Annihilated him, kept going by him, scored like five or six straight baskets," kata Stephen A. Smith, Analis First Take.

Selain memberikan kritik kepada lini pertahanan Cleveland Cavaliers, Smith juga menyoroti keputusan pelatih kepala Kenny Atkinson yang tidak mengambil jeda untuk menghentikan momentum lawan.

"Not only was he abused and assaulted by Jalen Brunson, but he was also neglected by his coach, who showed no sympathy whatsoever and left him on an island to handle his own business, which he was clearly incapable of handling," kata Stephen A. Smith, Analis First Take.

Lebih lanjut, Smith meragukan kemampuan James Harden untuk bangkit setelah performa buruk di mana ia hanya mencetak 15 poin dengan akurasi tembakan 5 dari 16.

"I don’t know if James Harden’s gonna recover from this, I ain’t gonna lie to you. Because when you get your ass kicked like that, the only way to come back is to make sure that you’re prolific offensively, and we haven’t seen that from James Harden for the most part in these playoffs," kata Stephen A. Smith, Analis First Take.

Di sisi lain, pelatih kepala Cleveland Cavaliers memberikan pembelaan terkait keputusannya yang tetap mempertahankan James Harden di lapangan selama total 42 menit pertandingan.

"No," kata Kenny Atkinson, Pelatih Kepala Cleveland Cavaliers.

Atkinson menegaskan bahwa dirinya menaruh kepercayaan penuh pada kemampuan bertahan serta kecerdasan bermain yang dimiliki oleh James Harden sepanjang babak gugur ini.

"Listen, he’s been one of our best defenders in these playoffs. I trust him. You know, smart, great hands. Didn’t think about that," ujar Kenny Atkinson, Pelatih Kepala Cleveland Cavaliers.

Meskipun demikian, Atkinson mengakui bahwa Jalen Brunson berhasil melepaskan diri dari kawalan ketat pertahanan timnya pada kuarter keempat.

"We held [Brunson] in check most of the game," kata Kenny Atkinson, Pelatih Kepala Cleveland Cavaliers.

Pelatih Cleveland Cavaliers tersebut menyatakan bahwa timnya sudah mencoba berbagai strategi pertahanan sebelum Brunson memasukkan beberapa tembakan melayang dan tripoin yang sulit.

"Basically the fourth quarter he got loose. We definitely tried to mix up some stuff, throw some stuff at him. We'll have to keep looking at it. He hit a lot of tough floaters and a tough contested 3. I felt like they hit a lot of tough shots," ujar Kenny Atkinson, Pelatih Kepala Cleveland Cavaliers.

Bintang Cleveland Cavaliers, Donovan Mitchell, turut memberikan pandangannya mengenai strategi pertahanan tim yang terlambat mengantisipasi pergerakan Brunson.

"Maybe we could have got to it a little bit earlier, you know, I think kind of getting [it] out of Brunson’s hands because I think that’s something we can adjust to. But ultimately, you know, this isn’t on [Harden]. … It’s on all of us," kata Donovan Mitchell, Pemain Cleveland Cavaliers.

Pertandingan berikutnya untuk Game 2 babak Final Wilayah Timur antara New York Knicks dan Cleveland Cavaliers akan kembali digelar di tempat yang sama.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author