Oklahoma City Thunder Samakan Kedudukan Usai Tekuk San Antonio Spurs
Oklahoma City Thunder berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dalam seri Final Wilayah Barat setelah menumbangkan San Antonio Spurs dengan skor 122-113 pada pertandingan gim kedua yang berlangsung Rabu, 20 Mei 2026 malam waktu setempat di markas Thunder.
Kemenangan pertama Thunder atas Spurs sejak bulan Februari ini dipimpin oleh performa gemilang Shai Gilgeous-Alexander yang mencetak 30 poin melalui akurasi tembakan 12-dari-24 dari lapangan.
Meskipun demikian, Thunder harus kehilangan Jalen Williams yang mengalami cedera hamstring kiri pada kuarter pertama setelah hanya bermain selama tujuh menit dengan kontribusi empat poin, satu rebound, dan dua steal.
Dokter terapi fisik sekaligus pengamat cedera NBA, Evan Jeffries, melalui akun X miliknya mengungkapkan kekhawatiran besar mengenai kondisi Williams untuk sisa rangkaian seri ini.
"Jalen Williams is OUT again with left hamstring “tightness” This likely means he aggravated it which would put his status in jeopardy for the series," tulis Evan Jeffries, Pakar Cedera NBA.
Cedera ini menjadi kemunduran lain bagi Williams yang sebelumnya sempat absen sejak gim kedua babak pertama akibat masalah serupa, di samping pemulihan cedera pergelangan tangan pada awal tahun.
Untuk menutupi kehilangan Williams, Thunder mengandalkan kedalaman skuad lewat kontribusi tiga penjaga dari bangku cadangan, yakni Jared McCain dan Cason Wallace yang masing-masing mencetak 12 poin, serta Ajay Mitchell dengan donasi 10 poin.
Namun, Ajay Mitchell juga mengalami masalah cedera hamstring pada akhir kuarter keempat gim kedua ini sehingga ketersediaannya untuk pertandingan berikutnya masih belum dapat dipastikan.
Di kubu lawan, atmosfer pertandingan berjalan sangat bising di hadapan 18.203 penonton yang memadati arena, sebuah situasi yang diakui oleh pelatih dan pemain San Antonio Spurs memberikan tantangan komunikasi yang luar biasa sejak gim pertama.
"Any time you play a team that has had the level of recent success as the Thunder have, the fans are very, very enthusiastic and bring energy to support," ujar Mitch Johnson, Pelatih San Antonio Spurs.
Mitch Johnson menambahkan bahwa situasi lingkungan yang sangat bising tersebut menuntut para pemain di lapangan untuk lebih aktif saling berkomunikasi karena instruksi dari pinggir lapangan tidak akan terdengar.
"I would say that this would be probably one of the higher-end fan bases, and ours, in terms of what the environment is like… More than anything, it really puts emphasis on players to handle the calls and communicate with each other, because there's no way anyone on the sideline for myself or whoever's coaching is going to be able to get all five guys' attention," kata Mitch Johnson, Pelatih San Antonio Spurs.
Pelatih berusia muda tersebut juga menegaskan pentingnya pertahanan kolektif untuk membendung pergerakan dinamis dari bintang utama Thunder, Shai Gilgeous-Alexander.
"We have to be connected, we have to make sure that it's five guys guarding him," tutur Mitch Johnson, Pelatih San Antonio Spurs.
Johnson menilai bahwa Gilgeous-Alexander sangat lihai dalam melihat celah terbuka di lapangan serta memanfaatkan sudut permainan sejak awal kuarter.
"He's so dynamic and so good at seeing seams and open spots on the floor and using angles, and he got to some in the fourth quarter, later in the game, when he started attacking early. We have to make sure we're connected early on and organized," sambung Mitch Johnson, Pelatih San Antonio Spurs.
Pemain depan Spurs, Julian Champagnie, membenarkan betapa riuhnya penonton tuan rumah sampai-sampai ia tidak bisa mendengar suaranya sendiri saat berbicara dalam posisi bertahan.
"Midway through the game I was trying to talk on defense and I couldn't hear myself," kata Julian Champagnie, Pemain Forward San Antonio Spurs.
Menurut Champagnie, ketika situasi di dalam arena menjadi sangat riuh, keberhasilan permainan tim pada akhirnya bergantung pada ikatan emosional dan pemahaman strategi bersama.
"At some point it comes down to team chemistry and all of us knowing, and being on the same page of what the game plan is," ungkap Julian Champagnie, Pemain Forward San Antonio Spurs.
Champagnie menyatakan bahwa eksekusi skema penyerangan pada pertandingan sebelumnya murni mengandalkan insting para pemain.
"And just executing on offense really, that was pure instinct last night," tambah Julian Champagnie, Pemain Forward San Antonio Spurs.
Rekan setimnya, Devin Vassell, turut memaparkan bagaimana para pemain Spurs tetap saling terhubung dan membaca pergerakan satu sama lain meskipun instruksi verbal sulit diterapkan.
"We're just super connected on the court," kata Devin Vassell, Pemain Wing San Antonio Spurs.
Vassell memaparkan bahwa ketika kebisingan melanda, komunikasi beralih menggunakan isyarat tangan karena seluruh pemain sudah saling memahami peran masing-masing.
"When it gets loud like that you can't really hear, but we all really know each other: what the next person is doing, what plays they're supposed to be running, what crunch-time offense and defense looks like. So we're able to communicate if we can't hear each other, at least we're talking with our hands and doing something to communicate, but communication is key and that's the big thing that we talk about, and remembering that with that many people, it's that loud, it's hard to be shouting so that everyone can hear you," jelas Devin Vassell, Pemain Wing San Antonio Spurs.
Mengenai kekompakan tim, Vassell memuji karakter skuad Spurs yang tidak mementingkan ego pribadi demi mengejar kemenangan bersama.
"They really don’t care who gets the credit. They don’t care whose number is called," aku Devin Vassell, Pemain Wing San Antonio Spurs.
Vassell merasa sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari tim yang dinilainya tidak egois tersebut.
"It’s just great to be a part of it, because at the end of the day, nobody’s selfish. Everybody just wants to win," lanjut Devin Vassell, Pemain Wing San Antonio Spurs.
Di sisi lain, bintang utama Spurs, Victor Wembanyama, sempat memberikan reaksi luar biasa terhadap aksi poster dunk yang dilakukan oleh Stephon Castle di markas Thunder.
Wembanyama, yang mencatatkan performa bertahannya di bawah arahan Associate Head Coach Sean Sweeney, sempat melontarkan kepuasannya saat diwawancarai dalam siaran Prime setelah kemenangan besar di laga sebelumnya.
"Feels like everybody's taking pleasure in executing the game plan, and personally this series was probably the most fun I had on defense," ujar Victor Wembanyama, Pemain Forward San Antonio Spurs.
Pemain asal Prancis tersebut menilai seluruh rekan setimnya bermain saling menjaga satu sama lain dengan koordinasi yang sangat rapat.
"Describing how the team played, Wembanyama stated, "Everybody was on a string, everybody was connected, and I was about to go help somebody cause I know my teammate has my back, everybody just went together, and that's the most fun I had on defense," tambah Victor Wembanyama, Pemain Forward San Antonio Spurs.
Sementara itu, pemain ruki Dylan Harper yang dipercaya mengisi posisi starter untuk pertama kalinya di babak playoff, berhasil membukukan tujuh steal dengan membaca jalur operan lawan.
"I think that's kind of a calling card," ucap Dylan Harper, Pemain Guard San Antonio Spurs.
Harper menekankan bahwa kerja sama pertahanan tim akan selalu menjadi tumpuan utama mereka, terutama saat memasuki fase-fase krusial di akhir pertandingan.
"When it gets to the end of the game and things of that nature, that's something we're gonna rely on every time, is just being connected with defense and making sure that we're all playing team defense, not just one on one," pungkas Dylan Harper, Pemain Guard San Antonio Spurs.
Rangkaian seri Final Wilayah Barat selanjutnya akan bergeser ke San Antonio untuk menggelar pertandingan gim ketiga dan keempat.