Ribuan Umat Buddha Rayakan Waisak di Wihara Ekayana Arama

Share

Ribuan umat Buddha di wilayah Jabodetabek memadati Wihara Ekayana Arama, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, untuk melaksanakan ibadah Hari Raya Waisak dengan penuh kekhidmatan. Dilansir dari Detik Travel, suasana sakral dan khusyuk sudah terasa sejak pagi hari di tengah hiruk-pikuk ibu kota.

Masyarakat yang hadir langsung mengikuti rangkaian prosesi ritual ritual keagamaan. Momen perayaan tersebut diawali dengan prosesi pindapata, di mana para biksu berjalan kaki membawa mangkuk untuk menerima sumbangan dari umat, yang kemudian dilanjutkan dengan Puja Bhakti Waisak.

Bagi umat Buddha, Hari Raya Waisak merupakan momen penting untuk memperingati tiga peristiwa sakral. Tiga peristiwa tersebut meliputi kelahiran Pangeran Siddharta Gautama, pencerahan sempurna Petapa Gautama, serta parinirwana Buddha Gautama.

Sebagai bentuk penghayatan terhadap momentum spiritual ini, pihak Wihara Ekayana Arama, Indonesia Buddhist Centre, telah menyelenggarakan berbagai program. Aktivitas yang dilakukan mencakup kunjungan kasih, aksi donor darah, pendalaman Dharma, hingga pelatihan meditasi.

Selain itu, pihak wihara juga menggelar upacara pencurahan air bunga pada rupang bayi Siddharta serta upacara wisudhi. Seluruh program ini dipersiapkan jauh-jauh hari melalui pembersihan area wihara, pemasangan tenda, dan koordinasi bersama para relawan.

"Kita mengingatkan ke umat Buddha bahwa Waisak tidak hanya dirayakan, tapi bagaimana semua umat Buddha membawa Waisak ke dalam diri mereka, bahwa kehadiran Buddha di dunia ini harus juga bisa hadir di dalam diri setiap orang. Kita menekankan terpentingnya cinta kasih sebagai salah satu aspek dari praktek umat Buddha, sebagai satu aspek dari sifat kemuliaan Buddha yang kita yakin bisa membawa kedamaian," kata Bhante Nyanagupta.

Sinergi dan Dukungan Keamanan

Kelancaran arus jemaat dan fasilitas penunjang di sekitar lokasi ibadah terwujud berkat kerja sama yang baik dengan warga setempat. Pihak pengelola wihara memanfaatkan fasilitas umum di lingkungan sekitar untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pengunjung.

"Kita meminjam sekolah-sekolah untuk lahan parkir. Jadi memang kerjasama dengan masyarakat sekitar terbangun dengan cukup baik," ujar Bhante Nyanagupta.

Pihak wihara turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran pemerintahan, termasuk Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Panglima TNI, Walikota Jakarta Barat, serta Gubernur Jakarta atas dukungan dan pengamanan yang diberikan.

"Kami sangat berterima kasih perhatian pemerintah ke umat Buddha khususnya Menteri Agama yang hampir setiap hari besar khususnya Waisak hadir, juga kepada Gubernur Jakarta," kata Bhante Nyanagupta.

"Para pejabat ini memberikan perhatian yang sangat besar, termasuk menjaga keamanan dan menciptakan suasana yang kondusif untuk kerukunan hidup beragama agama," ujar Bhante Nyanagupta.

Pesan Perdamaian dan Toleransi

Melalui perayaan ini, pesan mengenai pentingnya menjaga keharmonisan antarumat beragama dan sikap saling menghormati kembali disuarakan demi menjaga persatuan bangsa.

"Pesan kami ke seluruh masyarakat, khususnya umat Buddha adalah menjaga cinta kasih di dalam diri mereka semua, karena dengan adanya cinta kasih keharmonisan kedamaian akan tumbuh. Dalam momen Waisak ini, kita menghadirkan cinta kasih dan kebijaksanaan dari Buddha di dalam diri kita sehingga mulai dari diri kita kita menciptakan kedamaian, keharmonisan mulai dari diri kita, keluarga kita lingkungan sampai menjaga keharmonisan bangsa ini," kata Bhante Nyanagupta.

Seluruh rangkaian upacara keagamaan di Wihara Ekayana Arama ini berlangsung dengan tertib hingga siang hari. Kegiatan perayaan Hari Suci Waisak tersebut kemudian ditutup secara formal dengan penampilan pentas seni bernyanyi dari anak-anak.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author