Singtel Lepas Seluruh Saham Super Bank Indonesia ke GXS Bank

Share

Singtel Alpha Investments Pte. Ltd. resmi melepaskan seluruh kepemilikan sahamnya di PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) kepada GXS Bank Pte Ltd pada hari Minggu, 31 Mei 2026.

Aksi divestasi melalui pasar modal tersebut melibatkan pengalihan sekitar 2,44 miliar lembar saham biasa.

Transaksi internal ini disepakati dengan harga pelaksanaan sebesar Rp327 per saham, sehingga total nilai divestasi mencapai Rp800,4 miliar, dilansir dari Bloombergtechnoz.

Melalui keterbukaan informasi, volume saham yang dialihkan oleh Singtel ke GXS Bank tersebut merepresentasikan sekitar 7,3 persen dari total saham SUPA.

GXS Bank selaku investor institusi kini memperbesar cengkeramannya dengan menguasai sekitar 5,98 miliar lembar saham atau setara dengan 17,66 persen saham beredar SUPA.

Manajemen menjelaskan dalam keterbukaan informasi bahwa transaksi antarlini investor institusi tersebut ditujukan sebagai bagian dari strategi restrukturisasi internal perusahaan.

Struktur kepemilikan GXS Bank sendiri merupakan bentuk usaha patungan antara Grab Holdings dengan kepemilikan modal 60 persen dan Singtel yang menggenggam sisa sahamnya.

Langkah restrukturisasi ini secara tidak langsung mempertegas dominasi ekosistem Grab di dalam struktur pemegang saham SUPA.

Grab melalui Kudo Teknologi Indonesia sebelumnya sudah menguasai 16,6 persen saham, sementara A5-DB Holdings Pte. Ltd. tercatat mendekap porsi kepemilikan sebesar 15,94 persen.

Di sisi lain, komposisi pemegang saham pengendali lainnya masih diisi oleh Elang Media Visitama dengan porsi 27,59 persen atau setara 9,35 miliar saham, diikuti Kakaobank Corp sebesar 8,65 persen.

Kondisi korporasi SUPA sepanjang tahun buku 2025 dilaporkan berhasil membalikkan keadaan menjadi keuntungan setelah sempat mencatatkan kerugian pada periode tahun sebelumnya.

Bank digital yang terintegrasi dengan ekosistem Grab dan Emtek ini membukukan laba bersih sebesar Rp99,68 milar pada tahun 2025, melonjak 127,2 persen secara tahunan dari posisi rugi Rp366,37 miliar pada tahun 2024.

Pertumbuhan positif ini digerakkan oleh lonjakan pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp1,58 triliun, tumbuh sekitar 159,7 persen secara tahunan dibandingkan perolehan tahun lalu yang bernilai Rp606,84 miliar.

Sementara itu, total beban operasional perusahaan terkerek naik sebesar 43,2 persen secara tahunan menjadi Rp1,47 triliun.

Komponen biaya tersebut mencakup alokasi umum dan administrasi sebesar Rp711,57 miliar, beban tenaga kerja sejumlah Rp440,38 milar, serta penurunan nilai aset keuangan senilai Rp319,73 miliar.

Dari aspek neraca, total aset bank digital ini melonjak signifikan sebesar 86,8 persen secara tahunan menjadi Rp21,28 triliun dari posisi sebelumnya sebesar Rp11,39 triliun.

Penguatan struktur modal dan ekspansi bisnis SUPA ini ditopang oleh perolehan dana segar hasil penawaran umum perdana saham pada Desember 2025 sebesar Rp2,79 triliun melalui penjualan 4,41 miliar saham di harga Rp635 per lembar.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author