San Antonio Spurs Bungkam Oklahoma City Thunder Menuju Final NBA

Share

San Antonio Spurs sukses melaju ke babak Final NBA setelah menumbangkan tuan rumah sekaligus juara bertahan Oklahoma City Thunder dengan skor 111-103 pada laga penentu Game 7 Final Wilayah Barat pada Sabtu, 30 Mei 2026 malam waktu setempat di Paycom Center.

Kemenangan krusial ini membawa Spurs mengunci keunggulan agregat 4-3 sekaligus memastikan tiket babak pamungkas melawan New York Knicks yang akan dimulai pada Rabu mendatang di San Antonio.

Sebelum laga penentu tersebut, rookie guard Dylan Harper menjadi salah satu aktor penting yang menjaga asa Spurs pada Game 6 dengan menyumbang 18 poin, enam rebound, dan empat assist dari bangku cadangan saat menang 118-91 untuk memaksakan terjadinya Game 7.

Harper mengungkapkan bahwa performa apiknya di lapangan terinspirasi oleh sebuah janji emosional kepada adik perempuannya melalui telepon sebelum pertandingan Game 6 dimulai.

"My little sister called me before the game and told me, 'You gotta make it to Saturday,'" kata Harper dalam wawancara dengan ESPN.

Pebasket muda ini langsung berkomitmen untuk menjaga ketenangannya di lapangan demi memenuhi permintaan sang adik agar seri playoff tetap berlanjut hingga hari Sabtu.

"I'm like, 'Alright, I got you.' I'm a man of my word. So just tried to be the guy that's composed on the floor and just not let things rattle me," ujar Harper, rookie yang mencatatkan rata-rata 11,8 poin sepanjang musim ini.

Selain kontribusi Harper di Game 6, bintang utama Spurs Victor Wembanyama tampil dominan di Game 7 dengan mengemas 22 poin dan tujuh rebound untuk menyabet gelar MVP Final Wilayah Barat, setelah sebelumnya mencetak 28 poin di Game 6.

Sebaliknya, performa minim kontribusi dari center Oklahoma City Thunder Chet Holmgren menjadi sorotan tajam setelah hanya mencetak empat poin, empat rebound, dan tanpa assist dalam 36 menit penampilannya di laga penentu.

Pengamat basket Kevin O'Connor dalam acaranya menyoroti ketidakmampuan Holmgren dalam menciptakan serangan di tengah absennya pilar Thunder seperti Jalen Williams karena cedera hamstring.

"With all the guys the Thunder lost, it just didn't feel like they had enough sources of creation on the roster," kata O'Connor.

O'Connor menambahkan bahwa kegagalan pemain sekaliber max-contract untuk membuat poin dari situasi dribble di laga hidup-mati merupakan masalah yang sangat besar.

"Chet is a top draft pick and a very talented player, but he's about to become a max-contract player next season. To finish a must-win Game 7 with four points on just two shot attempts, and not be able to create off the dribble at all, is a major issue," tutur O'Connor.

Kritik serupa juga dilontarkan oleh penulis NBA Yahoo Sports Tom Haberstroh yang menilai Holmgren tampil tidak nyaman di bawah tekanan mental menghadapi lini pertahanan Spurs.

"He looked terrified of Wemby," kata Haberstroh.

Haberstroh juga menyoroti satu momen frustrasi ketika penetrasi Holmgren diblok dengan mudah oleh Wembanyama, meskipun sempat melakukan satu blok gemilang di kubu pertahanannya sendiri.

"There was a play late in the game where he drove into Wembanyama's chest and Wembanyama just swallowed the play up with a block. There was nothing he could do," ucap Haberstroh.

Haberstroh menilai satu aksi defensif tersebut tetap tidak bisa menutupi performa buruknya di lini ofensif Thunder sepanjang malam itu.

"That doesn't make up for the complete zero he gave them for the rest of the night," kata Haberstroh.

Keputusan pelatih Mark Daigneault yang lebih memilih memainkan Kenrich Williams daripada Holmgren di menit-menit akhir babak penentu juga dianggap sebagai bukti minimnya kontribusi sang pemain.

"Think about how much it takes for Mark Daigneault to rely on Kenrich Williams over Chet Holmgren down the stretch of a Game 7. That's exactly what happened," tutur Haberstroh.

Menurut Haberstroh, performa pasif dengan hanya melepaskan dua tembakan di laga sekrusial Game 7 di hadapan pendukung sendiri adalah hal yang tidak bisa diterima bagi pemain berbakat seperti Holmgren.

"Without Jalen Williams and without AJ Mitchell, the shot creation and scoring burden falls on him," kata Haberstroh.

Ia menegaskan kembali bahwa hilangnya daya dobrak dari sang center membuat beban serangan Thunder menjadi pincang.

"For a player with his talent, on his home floor in a Game 7, it's unacceptable to take only two shots and be completely absent offensively," ujar Haberstroh.

Di sisi lain, kemenangan ini memberikan berkah tersendiri bagi veteran Spurs Harrison Barnes yang kembali ke Final NBA tepat satu dekade setelah kekalahan pahitnya bersama Golden State Warriors pada 2016.

Meskipun Barnes tidak mencetak angka dalam waktu bermain tiga menit di paruh pertama Game 7, momentum ini bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-34 pada hari Sabtu, sekaligus menjaga rekor tak terkalahkan para pemain NBA yang melakoni Game 7 di hari ulang tahun mereka.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author