Kementan Pastikan Stok Beras Aman Hadapi El Nino

Share

Kementerian Pertanian memastikan ketersediaan stok beras nasional dalam kondisi aman hingga 11 bulan ke depan untuk mencukupi kebutuhan pangan masyarakat. Kepastian tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Pertanian Sudaryono pada Minggu (31/5/2026) guna mengantisipasi dampak fenomena alam El Nino.

Jumlah cadangan pangan pokok tersebut saat ini dilaporkan telah menyentuh angka 28 juta ton. Berdasarkan laporan yang dilansir dari Bloomberg Technoz, jumlah pasokan pangan ini berakar dari tanaman padi yang siap panen hingga komoditas yang sudah tersalurkan ke publik.

"Cadangan beras kita, baik yang tersimpan di Bulog, yang masih standing crop dan segera dipanen, maupun yang beredar di masyarakat, totalnya sekitar 28 juta ton,” kata Sudaryono lewat siaran pers, Minggu (31/5/2026).

Kondisi persediaan tersebut dinilai dapat meminimalkan kecemasan publik atas prediksi terjadinya El Nino yang diperkirakan berlangsung selama enam bulan mendatang. Kekuatan cuaca ekstrem ini diproyeksikan mulai menguat pada Juli hingga September dengan titik puncak di bulan Agustus, namun langkah mitigasi telah dipersiapkan.

"Katakanlah El Nino berlangsung sampai enam bulan sekalipun, cadangan pangan kita masih cukup untuk menghadapi skenario yang paling berat," tutur Sudaryono, Wakil Menteri Pertanian.

Langkah penanggulangan dari otoritas pertanian juga diwujudkan melalui perbaikan sarana pengairan serta penyaluran infrastruktur air. Sektor produksi pangan disokong lewat pengerjaan pompanisasi, pengeboran air tanah, hingga pembenahan sistem irigasi, termasuk distribusi hampir 100 ribu unit pompa air sejak 2024.

Upaya mendongkrak kuantitas panen nasional ke depan diakui sangat bergantung pada perluasan area tanam pertanian. Oleh sebab itu, pemenuhan sarana produksi mulai dari pupuk, benih, air, hingga alat mesin pertanian terus dijamin oleh pihak pemerintah.

"Yang kita panen adalah hasil dari yang kita tanam. Kunci pertanian itu sederhana, kalau ingin panennya lebih banyak maka tanamnya harus lebih banyak," kata Sudaryono, Wakil Menteri Pertanian.

Penyediaan segala instrumen penunjang kerja petani menjadi prioritas utama demi target penambahan luas area persawahan tersebut.

"Karena itu pemerintah memastikan seluruh kebutuhan produksi dipenuhi agar petani bisa meningkatkan luas tanam dan produktivitasnya," kata Sudaryono, Wakil Menteri Pertanian.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author