Gagal Penalti di Final Liga Champions, Gabriel Ikuti Jejak Pahit John Terry

Share

Kegagalan mengeksekusi penalti membuat Gabriel batal menjadi pahlawan Arsenal pada final Liga Champions 2025/2026 kontra PSG di Puskas Arena, Minggu (31/05/2026) dini hari WIB. Seperti diberitakan oleh Bola, nasib buruk menimpa bek asal Brasil tersebut setelah performa apiknya di waktu normal ternoda pada babak adu tos-tosan.

Gabriel tampil hampir tanpa celah menjaga lini pertahanan The Gunners sepanjang laga bergulir. Ketangguhannya membuat barisan penyerang PSG frustrasi hingga skor 1-1 bertahan dari waktu normal hingga babak perpanjangan waktu selesai.

Mimpi buruk Gabriel terjadi saat dirinya maju sebagai penendang kelima Arsenal dalam adu penalti. Sepakan pemain berusia 28 tahun itu melambung jauh di atas mistar gawang PSG yang dikawal oleh Matvey Safonov, yang sekaligus memastikan PSG menjadi juara Liga Champions secara beruntun.

Mantan pemain Arsenal, Matt Upson, menilai kegagalan Gabriel sangat mirip dengan momen tragis yang dialami John Terry pada final Liga Champions 2008. Saat itu, Terry yang membela Chelsea terpeleset ketika menjadi penendang kelima melawan Manchester United.

"Ini salah satu momen khas John Terry, dan ini termasuk dalam kategori itu," kata Upson kepada BBC Radio 5 Live.

Terdapat banyak kesamaan latar belakang antara momen Gabriel dengan John Terry di Moskow 18 tahun silam. Keduanya merupakan pilar utama di sektor bek tengah dan sama-sama menunjukkan performa luar biasa sepanjang pertandingan hingga layak menjadi kandidat pemain terbaik.

Status sebagai algojo kelima yang gagal menuntaskan tugas krusial menjadi titik balik yang mengubah penilaian performa mereka. Kegagalan tersebut langsung menghapus kontribusi besar yang sudah mereka tunjukkan selama 120 menit di lapangan.

Rapor Penampilan Terbaik yang Tercoreng

Gabriel sebenarnya menjadi salah satu penampil terbaik bagi kubu Arsenal dalam laga puncak ini. Berdasarkan data statistik dari Fotmob, performa kokohnya di lini belakang membuahkan nilai rapor sebesar 7,7.

Angka tersebut menempatkan dirinya sebagai pemain dengan rapor tertinggi kedua di skuad Arsenal. Catatan Gabriel hanya kalah dari penjaga gawang David Raya yang mendapatkan nilai 7,9.

Sangat disayangkan, statistik impresif yang diukir sepanjang pertandingan tersebut harus tercoreng. Kegagalan krusial dalam momen penentu adu penalti membuat kontribusi defensifnya menjadi tidak berarti bagi hasil akhir tim.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author