Karyawan Warung Sate Curi Motor Rekan Kerja di Setiabudi
Seorang pegawai warung sate berinisial SH ditangkap pihak kepolisian setelah diduga membawa kabur sepeda motor milik rekan kerjanya sendiri di kawasan Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Jumat (22/5) sekitar pukul 06.00 WIB.
Penangkapan ini dikonfirmasi setelah aparat menyelidiki tempat kejadian perkara di area parkir Warung Sate Maranggi, Jalan Guru Mughni Nomor 7, dilansir dari Detikcom. Korban kehilangan kendaraan Honda Beat bernomor polisi B 5537 SDB yang sebelumnya diparkir dalam posisi setang terkunci.
Identitas SH sebagai pekerja yang sudah bekerja selama setahun di sana terungkap lewat penelusuran rekaman kamera pengawas. Penangkapan terhadap pelaku berhasil dilakukan kurang dari 24 jam semenjak laporan dari pihak korban diterima.
"Kita cek rekaman CCTV di lokasi. Ternyata pelakunya merupakan anak buah atau karyawan di tempat yang sama. Jadi langsung kita datangi rumahnya untuk diamankan," kata Kapolsek Metro Setiabudi AKBP Riyanto.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, himpitan masalah finansial dan tumpukan utang diakui pelaku menjadi pemicu utama tindakan kriminal tersebut. Namun, aparat penegak hukum memperoleh kesaksian lain bahwa uang hasil penjualan kendaraan curian itu sedianya bakal dialokasikan untuk transaksi narkotika.
"Pengakuannya untuk kebutuhan sehari-hari karena ada persoalan ekonomi dan utang. Tetapi dari beberapa keterangan saksi, informasinya digunakan juga untuk membeli narkoba," ujar AKBP Riyanto.
Eksekusi pencurian tersebut dilancarkan tersangka dengan memanfaatkan kunci letter T. Sepeda motor milik korban sempat dipindahtangankan atau dipinjamkan kepada seseorang berinisial R, sehingga saat ini keberadaan unit kendaraan masih dilacak oleh Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Setiabudi.
SH kini berstatus sebagai tersangka dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya melalui jalur hukum, sementara polisi terus mendalami kesaksian para saksi mengenai indikasi penyalahgunaan narkoba.
"Motor masih dalam pencarian dan pengembangan terus dilakukan," kata AKBP Riyanto.