PSS Sleman Terima Sanksi Denda Ratusan Juta Rupiah dari Komdis PSSI

Share

Klub sepak bola PSS Sleman menerima sanksi denda sebesar Rp140 juta dari Komite Disiplin PSSI menyusul sejumlah pelanggaran suporter pada laga final Pegadaian Championship di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (9/5/2026).

Hukuman finansial tersebut dijatuhkan akibat tindakan penonton di tribune stadion yang menyalakan suar serta melempar botol ke dalam lapangan, seperti dilansir dari Bola pada Jumat (29/5/2026).

Pihak manajemen PSS Sleman menyatakan sikap resmi mereka untuk mematuhi seluruh keputusan yang telah dikeluarkan oleh otoritas disiplin sepak bola nasional tersebut.

"PSS Sleman menghormati dan menerima keputusan Komite Disiplin PSSI terkait pertandingan final Pegadaian Championship 2025/2026 sebagai bagian dari konsekuensi dan tanggung jawab dalam kompetisi profesional," tulis PSS.

Manajemen klub berjuluk Super Elang Jawa itu menilai insiden ini menjadi momentum penting untuk melakukan pembenahan internal bersama seluruh pemangku kepentingan.

"Tentu ini menjadi evaluasi bersama bagi seluruh elemen yang terlibat. Kami memahami bahwa antusiasme dan euforia suporter muncul karena besarnya rasa cinta serta kebanggaan atas keberhasilan PSS Sleman kembali ke Super League."

Pihak klub juga menggarisbawahi bahwa kegembiraan atas prestasi tim tetap harus berjalan beriringan dengan kepatuhan terhadap standar keamanan yang berlaku.

"Namun di sisi lain kami juga menyadari pentingnya menjaga ketertiban, keamanan, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku," sambungnya.

Berdasarkan laporan komisi disiplin, sanksi pertama senilai Rp15 juta diberikan menyusul pelemparan dua botol air minum dari tribune barat, tiga botol dari tribune timur, serta gulungan kertas dalam jumlah banyak dari tribune selatan.

Adapun denda terbesar senilai Rp125 juta disebabkan oleh aksi penyalaan petasan serta flare secara masif oleh suporter di empat sisi tribune sesudah peluit panjang berbunyi.

Manajemen Super Elja kini mengarahkan fokus untuk merangkul seluruh simpatisan demi menciptakan situasi pertandingan yang kondusif pada kompetisi kasta tertinggi mendatang.

"PSS berharap seluruh elemen besar Super Elja, mulai dari klub, suporter, panitia pelaksana, stakeholder, hingga masyarakat dapat bersama-sama membangun kesadaran kolektif untuk lebih bertanggung jawab dalam mengawal perjalanan PSS di Super League musim mendatang," lanjut pernyataan klub.

Melalui pernyataan penutupnya, PSS Sleman meyakini sinergi yang positif antar-elemen akan menjadi modal utama klub untuk tumbuh menjadi kesebelasan yang lebih matang.

"Kami percaya PSS Sleman akan menjadi semakin kuat apabila seluruh pihak dapat berjalan bersama, saling menjaga, dan memiliki komitmen yang sama untuk membawa klub ini terus bertumbuh secara positif, baik di dalam maupun di luar lapangan," pungkasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author