Israel Tahan Aktivis Flotilla Gaza di Tengah Kecaman Internasional

Share

Pasukan angkatan laut Israel mencegat armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional dan menahan ratusan aktivis asing, termasuk sembilan warga negara Indonesia, sejak Senin hingga Rabu pekan ini.

Aksi pencegatan terhadap sekitar 50 kapal yang berangkat dari Turki ini memicu krisis diplomatik global setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, mengunggah video yang menunjukkan ejekan dan perlakuan kasar terhadap para aktivis yang terikat di pelabuhan Ashdod.

Kementerian Luar Negeri Indonesia mengonfirmasi sembilan warga negara Indonesia turut ditangkap dalam misi tersebut, termasuk tiga jurnalis dari Republika dan Tempo.

Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan bahwa Indonesia tengah mengintensifkan komunikasi dengan Yordania, Turki, dan Mesir untuk memastikan keselamatan serta penanganan yang layak bagi warga negara Indonesia karena Jakarta tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Tel Aviv.

Lembaga hak asasi manusia Adalah melaporkan adanya kekerasan fisik sistematis, penggunaan peluru karet serta alat kejut listrik, hingga pelecehan seksual terhadap ratusan aktivis dari sekitar 40 negara tersebut.

Perlakuan brutal ini memicu protes keras dari para pemimpin dunia, termasuk Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dan Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper yang langsung memanggil duta besar Israel.

Kecaman juga datang dari internal pemerintahan Israel sendiri, di mana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri Gideon Saar menyebut tindakan Ben-Gvir tidak mencerminkan nilai-nilai Israel serta merusak citra negara.

Di sisi lain, Amerika Serikat memicu kontroversi karena ikut mengecam tindakan Ben-Gvir, namun di saat bersamaan menjatuhkan sanksi ekonomi kepada empat organisator Global Sumud Flotilla dengan tuduhan mendukung terorisme.

Pihak penyelenggara flotilla menegaskan bahwa kapal mereka murni membawa bantuan kemanusiaan berupa makanan, susu bayi, dan obat-obatan untuk penduduk Gaza yang saat ini masih mengalami krisis sanitasi dan kelaparan parah pasca-gencatan senjata.

Hingga saat ini, proses hukum dan upaya diplomatik dari berbagai negara terus berjalan untuk mendesak pembebasan serta deportasi seluruh aktivis kemanusiaan yang ditahan di pelabuhan Ashdod.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author