Dewi Rezer dan Marcelino Lefrandt Kompak Jalani Co-Parenting Pasca Cerai

Share

Hubungan harmonis pasca-perceraian ditunjukkan oleh pasangan selebriti Dewi Rezer dan Marcelino Lefrandt. Seperti dilansir dari HaiBunda, keduanya tetap berkomitmen menjalankan metode co-parenting untuk membesarkan kedua buah hati mereka, Marcelle Brinette Renee Lefrandt dan Jarvis Leopold Rezer Lefrandt, meskipun telah resmi berpisah sejak tahun 2016.

Komunikasi yang terjaga dengan baik membuat Marcelino Lefrandt juga membangun kedekatan dengan Ethan Alarmk, suami baru dari mantan istrinya. Keharmonisan ini tercipta karena kedua belah pihak sepakat untuk mengesampingkan ego demi masa depan anak-anak yang kini mulai tumbuh remaja.

"Kayaknya enggak pernah terlalu ribut di media. Enggak pernah yang terlalu gimana. Mungkin di awal-awal kesal saja, enggak terima gitu kan. Tapi lama-lama life goes on," kata Dewi saat diundang ke acara For Your Pagi di Trans 7, bersama mantan suami dan putrinya Brinette.

"Kasihan anaknya kalau kita egonya kegedean, kan yang berpisah kita. Saya tetap Mamanya, dia (Marcelino) tetap Papanya. Jadi yang penting kita being present untuk dia," sambungnya.

Keputusan matang ini mendatangkan rasa syukur bagi sang putri, Brinette. Finalis GADIS Sampul 2025 tersebut menilai bahwa sikap kedewasaan orang tuanya membuat proses pengasuhan bersama berjalan tanpa konflik berarti.

"Lebih kayak, ini masalahnya mereka. Aku tetap barengan sama mereka. Aku tetap anaknya mereka. Mereka berdua tetap orang tua aku, dan aku cinta sama mereka. Mereka berdua juga damai, dan kita tuh yang penting dewasa aja sih," ungkap Brinette.

Sejak awal perpisahan, komitmen kasih sayang yang utuh sudah ditanamkan kepada anak-anak. Penjelasan yang jujur diberikan agar buah hati mereka tidak kehilangan figur orang tua.

"Dulu tuh memang aku juga kasih tahu kan, memang Mami dan Daddy enggak bisa sama-sama, tapi cinta kami berdua tetap sama, enggak berubah. Itu yang penting kan," ungkap Marcelino.

Bentuk kekompakan mereka bahkan terlihat saat momen liburan bersama. Dewi Rezer bersama suaminya pernah berinisiatif mengajak Marcelino Lefrandt untuk berlibur dalam satu vila yang sama dua tahun lalu.

"Kita juga sempat liburan bareng juga. satu villa, Screen dua tahun lalu," kata Dewi.

"Yang penting gue happy, bisa dekat sama anak-anak, enggak perlu jauh banget kan," timpal Marcelino.

Penerapan pola asuh bersama atau co-parenting secara sehat terbukti memberikan dampak psikologis yang positif bagi anak. Sosiolog dan pengajar di UC Berkeley's Greater Good Science Center, Christine Carter, menyatakan bahwa kehadiran figur orang tua dan keluarga dekat sangat krusial bagi anak-anak korban perceraian.

"Kehadiran teman-teman atau saudara orang tua sangat penting untuk anak," kata Carter, dikutip dari Psychology Today.

Komunikasi yang efektif dan penyelesaian masalah secara bersama menjadi kunci utama. Christine Carter menambahkan bahwa fokus utama mantan pasangan suami istri harus tetap tertuju pada kepentingan terbaik anak mereka.

"Kedua orang tua harus tetap fokus pada tujuan bersama, yakni selalu anak untuk anak mereka," ujar Carter.

Menjalin pertemanan dengan mantan pasangan setelah berdamai dengan situasi juga dinilai mampu menyembuhkan luka masa lalu. Menurut psikolog Seth Meyers, Psy.D, hubungan interpersonal pasca-cerai bersifat luas dan tidak seharusnya menjadikan mantan pasangan sebagai orang asing.

"Hubungan itu sangat luas. Jangan karena perceraian, kita tidak bisa melanjutkan hidup dan menganggap mantan sebagai orang asing," ujar Meyers.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author