Pemerintah Serbia Batasi Usia Pendaftar Beasiswa Kuliah S1 Hingga S3
Pemerintah Republik Serbia menetapkan batas usia maksimal dan kualifikasi akademik ketat bagi pelajar Indonesia yang membidik program beasiswa komprehensif "World in Serbia" tahun akademik 2026/2027 sejak pendaftaran dibuka pada Senin, 18 Mei 2026.
Kriteria umur tersebut disesuaikan berdasarkan jenjang pendidikan tinggi yang dituju oleh masing-masing pelamar. Informasi komparasi mengenai regulasi batasan usia dan latar belakang pendidikan tercantum dalam data berikut.
| Jenjang Pendidikan | Batas Usia Maksimal | Kualifikasi Latar Belakang |
|---|---|---|
| Sarjana (S1) | Di bawah 21 tahun | Lulusan SMA/SMK/Sederajat (masa sekolah 4 tahun) |
| Magister (S2) | Di bawah 25 tahun | Lulusan Sarjana (S1) |
| Doktoral (S3) | Di bawah 35 tahun | Lulusan Sarjana (S1) dan Magister (S2) |
Selain batasan akademik, komponen finansial menjadi perhatian utama bagi calon pendaftar. Kandidat terpilih nantinya dibebaskan dari biaya kuliah sepanjang masa studi, akomodasi, konsumsi, kursus bahasa gratis, asuransi kesehatan usia maksimal 26 tahun, hingga biaya penyetaraan ijazah.
"Peserta akan mendapatkan tunjangan uang saku bulanan sebesar RSD 18.000, atau setara dengan kurang lebih Rp3,1 juta," jelas laporan mengenai tunjangan finansial dalam panduan resmi beasiswa tersebut.
Meskipun tunjangan bulanan disediakan, fasilitas ini tidak menanggung tiket pesawat pulang-pergi Indonesia-Serbia. Biaya pengeluaran mandiri seperti transportasi publik lokal, buku teks, serta materi perkuliahan harian tetap dibebankan kepada penerima beasiswa.
Syarat administratif mewajibkan pelamar menguasai kemampuan komunikasi bahasa Inggris atau bahasa Serbia minimal tingkat percakapan dasar atau level A1. Berkas digital seperti CV format Europass dan surat motivasi wajib diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah.
"Pelamar harus melampirkan paspor dengan masa berlaku minimal 6 tahun saat mendaftar," tulis aturan dalam panduan tersebut.
Kondisi medis juga menjadi indikator kelulusan krusial dalam seleksi ini. Pelamar diwajibkan menyertakan dokumen imunisasi lengkap untuk penyakit seperti TBC, hepatitis B, polio, difteri, tetanus, campak, batuk rejan, gondongan, rubella, Streptococcus pneumoniae, dan H. influenza, ditambah hasil tes laboratorium penyakit menular serta asesmen psikologi.
Prosedur pendaftaran daring dilakukan melalui tautan resmi, yang dilanjutkan dengan pengiriman berkas digital ke email pengelola di Serbia. Berkas fisik juga harus dikirimkan ke otoritas diplomatik terkait di Indonesia.
"Selanjutnya, pendaftar wajib mengirimkan salinan berkas ke Kedutaan Besar Serbia di Jakarta dengan tembusan kepada PPI Serbia," menurut prosedur pendaftaran dari akun media sosial resmi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Serbia.
Pendaftar yang telah melengkapi Formulir Konfirmasi Beasiswa Serbia dijadwalkan mengikuti tahapan wawancara oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia sebelum keberangkatan yang diperkirakan pada 15 Oktober hingga 15 November 2026.