Restoran Sederhana Buka Cabang Pertama di Singapura
Jaringan rumah makan Padang, Restoran Sederhana, resmi membuka cabang internasional pertamanya di Singapura pada Jumat (29/5/2026). Dilansir dari Detik Food, ekspansi ini langsung disambut antusias oleh komunitas diaspora Indonesia serta warga lokal setempat sejak hari pertama operasional.
Ekspansi ke pasar luar negeri ini dijalankan melalui kolaborasi antara PT Global Minang Ventura (GMV) bersama Nova Dana Eka dan Ferrel Fadhil. Kedua tokoh tersebut merupakan cucu dari pendiri Sederhana Group, H. Bustaman.
Gerai baru ini menempati bangunan bekas Warong Pariaman, salah satu restoran nasi Padang tertua di Singapura yang telah ditutup. Kawasan cagar budaya tersebut dipilih karena strategis dan menjadi salah satu destinasi utama bagi wisatawan mancanegara.
Direktur sekaligus co-founder PT Global Minang Ventura, Muhammad Badarudin, menjelaskan bahwa Singapura dipilih karena kedekatan geografis dan ekosistem kulinernya yang sangat terbuka. Kehadiran komunitas diaspora Indonesia yang besar juga menjadi target pasar potensial bagi perusahaan.
"Selain itu, lokasi yang saat ini kami tempati merupakan kawasan cagar budaya yang juga salah satu tujuan destinasi wisatawan yang datang ke Singapura. Kami melihat ini sebagai peluang untuk memperkenalkan cita rasa nasi Padang otentik, sekaligus memperkenalkan brand Sederhana kepada warga lokal Singapura dan wisatawan mancanegara," ujar Muhammad Badarudin, Direktur PT Global Minang Ventura.
Pihak manajemen memastikan menu andalan seperti rendang, ayam pop, dan gulai tetap disajikan menggunakan resep asli yang sama dengan gerai di Indonesia. Guna menjaga konsistensi rasa tersebut, bumbu-bumbu khas didatangkan langsung dari Indonesia, sementara bahan segar disesuaikan dengan pasokan lokal Singapura.
"Menu inti seperti rendang, ayam pop, gulai dan lauk khas Padang lainnya tetap sama seperti yang disajikan di Indonesia. Mungkin ada beberapa penyesuaian kecil terkait regulasi bahan pangan setempat seperti protein yaitu daging, ayam, dan seafood nya, namun kami memastikan karakter dan cita rasa otentiknya tidak berubah," kata Muhammad Badarudin, Direktur PT Global Minang Ventura.
Langkah ekspansi ini juga membawa misi mengenalkan budaya Minangkabau yang telah direpresentasikan oleh Restoran Sederhana sejak tahun 1972. Manajemen berharap kuliner khas Indonesia dapat semakin dikenal dan dihargai di panggung internasional melalui pasar Singapura.
"Kami membawa misi untuk menjadi membawa kuliner Minang/Padang ke panggung internasional khususnya cita rasa otentik khas sederhana yang sudah ada sejak 1972. Kami ingin dunia, dimulai dari Singapura, mengenal dan menghargai kekayaan kuliner Indonesia yang sesungguhnya," tutur Muhammad Badarudin, Direktur PT Global Minang Ventura.
Perusahaan menerapkan strategi pengadaan bahan baku yang ketat demi mempertahankan kualitas rasa asli. Kombinasi bumbu impor dan bahan segar dari pemasok lokal Singapura digunakan untuk memastikan standar kualitas perusahaan terpenuhi.
"Kami berupaya semaksimal mungkin mempertahankan sumber bahan yang sama dengan di Indonesia, terutama untuk bumbu-bumbu khas yang menjadi kunci citarasa kami. Bumbu- bumbu khas dan asli Sederhana kami datangkan langsung dari Indonesia, dan bahan-bahan segar tertentu kami menyesuaikan dengan sumber lokal Singapura yang telah memenuhi standar kualitas kami," jelas Muhammad Badarudin, Direktur PT Global Minang Ventura.
Antrean pengunjung bahkan sudah terlihat sebelum restoran resmi beroperasi pada hari pertama pembukaan. Untuk penyesuaian pasar, menu di gerai Singapura ini dibanderol dengan harga sekitar 10 hingga 20 Dollar Singapura atau berkisar antara Rp140 ribu sampai Rp280 ribu per porsi tergantung lauk yang dipilih.
Setelah meresmikan gerai di Singapura, Restoran Sederhana juga tengah bersiap melakukan ekspansi berikutnya ke Australia. Jaringan rumah makan ini dijadwalkan akan segera membuka cabang baru yang berlokasi di Queen Street, Melbourne.