Rohis Pegadaian Salurkan 4.500 Paket Daging Kurban Idul Adha 1447 H

Share

Aksi sosial kemasyarakatan kembali digulirkan oleh Organisasi Rohani Islam (Rohis) Pegadaian melalui program kurban Idul Adha 1447 Hijriah. Kegiatan pemotongan hewan kurban tersebut dipusatkan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Amanah Bersama Agro, Jatimurni, Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Rabu (29/05), seperti dilansir dari Bloomberg Technoz.

Langkah kepedulian ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam memperluas manfaat sosial di tengah masyarakat. Pegadaian tetap menempatkan aspek sosial sebagai prioritas utama, meskipun saat ini tengah gencar melakukan transformasi sebagai pelopor layanan Bank Emas atau Bullion Bank pertama di Indonesia.

Proses pemotongan hewan kurban tersebut dihadiri langsung oleh jajaran direksi serta manajemen perusahaan. Beberapa di antaranya adalah Direktur Human Capital PT Pegadaian Tribuana Tunggadewi, Direktur Manajemen Risiko, Legal dan Kepatuhan Ismail Ilyas, Direktur Pemasaran, Penjualan dan Pengembangan Produk Selfie Dewiyanti, serta SEVP Transformation Office Rully Yusuf.

Hadir pula dalam kesempatan itu Ketua Rohis Pegadaian Ustadz Sugeng dan Pemilik RPH Amanah Bersama Agro Haji Vidi Julianto. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi bentuk dukungan penuh terhadap budaya perusahaan yang senantiasa mengedepankan nilai kebersamaan.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian Ferdian Timur Satyagraha menjelaskan bahwa esensi perayaan Idul Adha memiliki cakupan yang luas bagi korporasi.

"Momentum Idul Adha bukan hanya menjadi bentuk ibadah dan ketakwaan kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi pengingat esensial bagi korporasi dan seluruh insan Pegadaian akan pentingnya nilai keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama. Melalui kegiatan ini, Pegadaian berkomitmen penuh untuk terus menghadirkan manfaat sosial yang inklusif bagi masyarakat sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan internal perusahaan dan bersama mitra," ujar Ferdian Timur Satyagraha.

Nilai-nilai dalam ibadah kurban dinilai menjadi fondasi utama untuk membangun perusahaan yang seimbang. Pegadaian tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis semata, tetapi juga berupaya memberikan dampak sosial yang nyata.

Sebanyak 22 hewan kurban yang terdiri atas 14 ekor sapi dan 8 ekor kambing berhasil dihimpun oleh Rohis Pegadaian pada tahun ini. Perolehan tersebut mencerminkan kuatnya semangat gotong royong di lingkungan internal perusahaan.

Hewan kurban ini bersumber dari Dana Kebajikan Umat (DKU), partisipasi langsung karyawan atau Insan Pegadaian, serta sokongan dari mitra strategis. Sejumlah mitra yang terlibat meliputi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Galeri 24, dan PT Lotus Lingga Pratama.

Sinergi multi-pihak ini membuat jangkauan program sosial perusahaan menjadi lebih optimal dan luas. Kerja sama ini dipandang penting untuk memperbesar dampak positif bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Melalui perhitungan teknis, puluhan hewan kurban tersebut diperkirakan dapat menghasilkan sekitar 4.500 paket daging. Seluruh paket ini nantinya dikirimkan secara langsung kepada kelompok masyarakat yang berhak menerima atau mustahiq.

Aspek higienitas, kebersihan, serta kehalalan produk tetap menjadi prioritas utama panitia. Oleh karena itu, seluruh proses penyembelihan hingga pencacahan daging diserahkan kepada tenaga profesional di RPH yang telah terstandarisasi.

Penerapan standar operasional yang ketat di RPH merupakan wujud tata kelola kegiatan sosial yang bertanggung jawab dari perusahaan. Setelah dikemas, paket daging kurban dipindahkan ke titik distribusi di CP Kebon Nanas.

Mekanisme penyaluran dilakukan secara terpusat dari titik distribusi tersebut untuk menghindari penumpukan massa di lokasi. Pola ini diharapkan dapat memastikan bantuan logistik pangan tersebut sampai ke tangan penerima secara tertib dan tepat sasaran.

Keseimbangan Inovasi Bisnis dan Dampak Sosial

Pelaksanaan ibadah kurban ini juga merepresentasikan implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Bagi Pegadaian, pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan harus berjalan beriringan dengan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Upaya menjaga keseimbangan antara inovasi bisnis dan kepedulian sosial ini diyakini dapat memperkuat hubungan perusahaan dengan publik. Transformasi sebagai pelopor Bank Emas di Indonesia terus berjalan tanpa menanggalkan kepekaan sosial.

Layanan keuangan inklusif di masyarakat juga terus diperluas melalui produk Tabungan Emas, Cicil Emas, Arisan Emas, pembiayaan haji dan umrah, kredit mikro, kredit kendaraan, hingga KUR Syariah. Seluruh lini produk ini menjadi bagian dari transformasi besar sejak Pegadaian bergabung dalam Holding Ultra Mikro bersama BRI dan PNM pada tahun 2021.

Sebagai institusi keuangan yang telah eksis sejak tahun 1901, Pegadaian menegaskan komitmennya dalam pemberdayaan komunitas. Manajemen memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia, karyawan, serta mitra bisnis yang menyukseskan program kurban tahun ini.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author