Umat Buddha Rayakan Hari Raya Waisak 2026 secara Serentak

Share

Umat Buddha di seluruh Indonesia bersiap merayakan Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE) secara serentak pada Minggu, 31 Mei 2026, sebagai ruang spiritualitas dan perdamaian. Dilansir dari Detikcom, situs resmi Kementerian Agama menetapkan tema tahun ini berupa 'Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan' dengan subtema 'Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia'.

Peringatan keagamaan ini diharapkan merefleksikan nilai kemanusiaan serta harmoni dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Candi Borobudur ditetapkan menjadi lokasi pusat perayaan puncak Waisak pada akhir pekan tersebut.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai momentum ini sangat strategis untuk memperkuat nilai kebangsaan dan toleransi antarumat beragama. Pihaknya menegaskan bahwa pesan Dharma sangat relevan guna membangun masyarakat yang damai.

"Tema yang diangkat tahun ini sangat kuat. Dharma sebagai sumber moral dan kebijaksanaan harus menjadi pijakan dalam kehidupan berbangsa. Dari situ lahir cinta kasih yang menjadi dasar perdamaian dunia," ujar Nasaruddin Umar, Menteri Agama.

Selain di Candi Borobudur, pelaksanaan puncak peringatan melalui Puja Bhakti juga akan diselenggarakan di berbagai vihara, cetiya, sekolah, hingga candi Buddha di seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah melalui SKB 3 Menteri resmi menetapkan perayaan ini sebagai hari libur nasional.

Kebijakan libur Waisak tahun ini hanya berlangsung selama satu hari karena jatuh pada hari Minggu, sehingga pemerintah tidak menyediakan alokasi untuk cuti bersama. Masyarakat akan mendapatkan libur beruntun karena sehari setelahnya, Senin, 1 Juni 2026, merupakan hari libur nasional memperingati Hari Lahir Pancasila.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author