FIFA Menjatuhkan Sanksi Larangan Registrasi Pemain Baru kepada Persib
Klub sepak bola Persib Bandung resmi dijatuhi sanksi oleh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) berupa larangan pendaftaran pemain baru tanpa batas waktu yang ditentukan terhitung mulai Jumat, 29 Mei 2026. Hukuman administratif yang diumumkan melalui laman resmi FIFA Registration Bans ini memukul skuad berjuluk Maung Bandung setelah mereka memastikan gelar juara Super League musim 2025/2026.
Dilansir dari detik.com, hukuman penangguhan tersebut berlaku menyeluruh untuk tim putra di level senior hingga kelompok usia muda. Kendati demikian, Persib terpaksa harus mengandalkan materi pemain dari musim lalu untuk mengarungi kompetisi domestik mendatang serta ajang AFC Champions League 2 musim 2026/2027, dengan catatan tidak ada pilar penting yang memutuskan hengkang.
Hingga saat ini, manajemen Persib belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab utama sanksi tersebut, namun klub tercatat pernah memiliki sengketa hukum di Court of Arbitration for Sport (CAS) terkait pengunduran diri pelatih Luis Milla serta gugatan finansial dari mantan pemainnya, Daisuke Sato.
"Pengadilan Arbitrase Olahraga memutuskan bahwa, banding yang diajukan oleh PT Persib Bandung Bermartabat pada tanggal 16 April 2024 terhadap keputusan yang dikeluarkan oleh Kamar Status Pemain Pengadilan Sepak Bola FIFA yang dikeluarkan pada tanggal 20 Februari 2024 ditolak," demikian bunyi putusan CAS terkait kasus Luis Milla yang dirilis pada Selasa, 4 Februari 2025.
Akibat penolakan banding tersebut, manajemen Maung Bandung diwajibkan menyelesaikan hak finansial berupa sisa gaji kepada sang mantan pelatih.
"Dengan demikian, gaji yang masih harus dibayarkan kepada pelatih (Luis Milla) hingga 14 Juli 2023 harus diberikan kepadanya, sebagaimana diputuskan oleh FIFA PSC. Oleh karena itu, pelatih berhak menerima jumlah berikut: EUR 18.064,51 sebagai remunerasi yang belum dibayar ditambah bunga 5% per tahun mulai 1 Agustus 2023 sampai dengan tanggal pembayaran efektif," tegas putusan CAS.
Di sisi lain, kondisi berbeda dialami oleh PSM Makassar yang dinyatakan bersih dari ancaman serupa. Berdasarkan laporan sulsel.idntimes.com, klub berjuluk Juku Eja tersebut resmi mengantongi lisensi klub Asia dengan status Granted tanpa sanksi dalam pengumuman Club Licensing Cycle 2025/2026 oleh operator kompetisi I.League.
Keberhasilan ini sekaligus memastikan berakhirnya masa hukuman larangan transfer dari FIFA yang sempat membayangi PSM selama tiga bulan terakhir karena manajemen telah memenuhi lima aspek profesionalisme yang mencakup bidang olahraga, infrastruktur, personel, legalitas, serta keuangan.
"Club licensing merupakan bagian penting dalam meningkatkan standar profesionalisme klub sepak bola Indonesia, baik dari sisi sporting, infrastruktur, administrasi, legal, maupun finansial," ungkap Ketua Komite Club Licensing, Essy Asiah.
Status kelolosan penuh ini menjadi modal penting bagi manajemen PSM untuk menyusun rencana perombakan tim secara matang demi memperbaiki performa di musim baru.
"Club licensing bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem sepak bola nasional yang profesional, sehat, dan berkelanjutan," tutur Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra.