Empat Tim Debutan Ubah Peta Kompetisi Liga Champions 2025/2026
Empat klub mencatatkan debut bersejarah di fase liga Liga Champions musim 2025/2026 dengan memperluas jangkauan kompetisi ke wilayah baru. Bodø/Glimt, Kairat Almaty, Pafos, dan Union Saint-Gilloise berhasil menembus putaran utama berkat format baru UEFA yang memberikan kuota lebih besar bagi jalur juara.
Format baru yang melibatkan 36 tim ini menjamin lima slot bagi klub dari jalur kualifikasi juara. Perubahan regulasi tersebut memperbesar peluang tim dari negara sepak bola kecil untuk bersaing di level tertinggi, sekaligus memberikan keuntungan finansial sebesar lebih dari 18 juta euro bagi tim yang lolos ke fase liga.
Klub peserta juga menerima bonus performa sebesar 2,1 juta euro untuk setiap kemenangan dan 700 ribu euro untuk hasil imbang. Pencapaian ini memberikan kesempatan bagi pendukung tim debutan menyaksikan klub raksasa Eropa bertanding di markas mereka sendiri.
"I’ve been a Kairat fan since I was born," kata Denis, seorang suporter kepada The Athletic setelah menempuh perjalanan sejauh 5.600 kilometer dari Almaty menuju London utara.
Suporter setia Kairat Almaty tersebut datang langsung untuk mendukung timnya yang menghadapi Arsenal dalam laga fase liga.
"This is the biggest thing that’s happened to us in our history." kata Denis menambahkan.
Bodø/Glimt menjadi salah satu debutan paling mengejutkan setelah mengalahkan Manchester City dengan skor 3-1 di Stadion Aspmyra yang bersuhu dingin. Klub asal Norwegia ini kemudian berhasil menembus babak play-off fase gugur setelah menaklukkan Atlético de Madrid di Spanyol.
"There are always opportunities in football, even if you come from a small town like Bodø," ujar Kjetil Knutsen, pelatih Bodø/Glimt.
Kejutan dari wakil Norwegia di lingkaran Arktik ini terus berlanjut pada babak berikutnya. Bodø/Glimt secara tidak terduga menyingkirkan finalis musim 2024/2025, Inter Milan, dengan keunggulan agregat 5-2.
"I’m almost lost for words," kata penyerang Jens Petter Hauge setelah kemenangan di San Siro.
Langkah Bodø/Glimt akhirnya terhenti pada babak 16 besar setelah kalah dari Sporting CP.
Sementara itu, wakil Siprus, Pafos, finis di peringkat ke-26 klasemen akhir setelah mengalahkan Villarreal dan Slavia Praha. Kemenangan atas Villarreal menjadi momen pertama bagi tim asal Siprus yang berhasil mengalahkan klub Spanyol di Liga Champions dalam 14 tahun terakhir.
"Everyone at this club needs to be congratulated because what this team has achieved is amazing," kata Albert Celades, pelatih Pafos.
Meskipun gagal melaju ke fase gugur, sang pelatih tetap mengapresiasi perjuangan skuadnya yang mampu mengumpulkan sembilan poin.
"Tonight we feel sad because we were close to qualifying, but it is also a night to be proud. To get nine points in this competition for a team like Pafos is no small feat." ujar Albert Celades.
Union Saint-Gilloise asal Belgia juga mencatatkan hasil impresif dengan meraih kemenangan atas tiga mantan juara kompetisi Eropa, yaitu PSV Eindhoven, Galatasaray, dan Atalanta. Keberhasilan ini diraih hanya empat tahun setelah mereka promosi kembali ke divisi utama Liga Belgia.
"When I started supporting USG, we were still in the second division, so it’s pretty unbelievable that we were even in a position where qualifying was possible," kata Miro, seorang suporter yang menghadiri delapan laga fase liga.
Miro mengenang pengalamannya menonton langsung kompetisi ini di Slovakia saat masih kecil sebelum akhirnya bisa mengawal tim kebanggaannya sendiri.
"When I was 12, I went to a Champions League game in Slovakia and I remember listening to the anthem and thinking how special that was. It’s amazing that I’m now following the team I support 15 years later in the Champions League. It’s just incredible." tutur Miro.
Klub debutan lain, Kairat Almaty, menorehkan sejarah tersendiri meski tidak meraih banyak kemenangan sepanjang turnamen. Wakil Kazakhstan tersebut meraih poin pertama mereka di Liga Champions setelah bermain imbang melawan sesama tim debutan, Pafos.
"part of the" kata gelandang Giorgi Zaria mengenai poin bersejarah yang akan selalu diingat oleh pihak klub.