Novak Djokovic Hadapi Joao Fonseca pada Babak Ketiga French Open

Share

Petenis unggulan Novak Djokovic dijadwalkan bertanding melawan bintang muda Brasil Joao Fonseca dalam laga babak ketiga turnamen Grand Slam French Open di Lapangan Philippe-Chatrier pada Jumat sore waktu setempat.

Pertandingan ini menjadi pertemuan perdana bagi kedua pemain di tengah persaingan ketat Roland Garros setelah tersingkirnya beberapa petenis unggulan seperti Jannik Sinner pada babak kedua.

Novak Djokovic yang kini berusia 39 tahun tercatat telah memenangkan 24 gelar Grand Slam tunggal sepanjang kariernya, meski ia baru mengoleksi tiga trofi di Roland Garros.

Mantan juara tersebut telah menghabiskan waktu lebih dari enam setengah jam dan melewati delapan set untuk mencapai babak ketiga turnamen tahun ini.

Dilansir dari rolandgarros.com, Djokovic memberikan penilaian mengenai performa dan potensi yang dimiliki oleh calon lawan mudanya yang berusia 19 tahun tersebut.

"Fonseca has been praised so much in the last couple of years," kata Djokovic.

Petenis Serbia itu menambahkan bahwa kualitas sang lawan sangat terlihat jelas dan selalu mendapatkan dukungan besar dari para penggemar asal Brasil di mana pun ia bertanding.

"I think his potential and quality as a tennis player is obvious, no doubt about it. He's got big Brazilian support anywhere he goes. I think he's a big-stage player. He really loves the occasion." ujar Djokovic.

Djokovic juga menyoroti rekam jejak Fonseca yang mampu tampil apik saat menghadapi petenis papan atas dunia pada turnamen-turnamen sebelumnya.

"He played a great match with Sinner I think earlier this year at Indian Wells. He won against Rublev I think in Australia, straight sets [last year]. So he can definitely step up in the big occasion and deliver big shots, big game." kata Djokovic.

Sementara itu, Joao Fonseca yang saat ini menduduki peringkat 30 dunia berhasil menembus babak ketiga French Open untuk kedua kalinya secara beruntun dengan catatan waktu tanding lima jam 41 menit.

Fonseca tercatat pernah mengalahkan petenis peringkat 10 besar dunia Andrey Rublev di Australian Open 2025 serta mengoleksi dua gelar juara ATP sepanjang kariernya.

Petenis muda tersebut mengungkapkan rasa antusiasnya yang besar menjelang kesempatan menghadapi Djokovic dalam turnamen major ini.

"Playing Novak, for me it's just a big pleasure," ujar Fonseca.

Fonseca menjelaskan bahwa ia selalu menyampaikan kepada pelatihnya mengenai keinginan untuk berada dalam satu bagan pengundian bersama Djokovic sebelum sang legenda memutuskan pensiun.

"I always say to my coach: I want to be in Novak's draw, because I know [his career] is not going to last too much [longer]. I just want to have this experience in my life." kata Fonseca.

Ia menegaskan komitmennya untuk menikmati momen pertandingan di Roland Garros ini sambil tetap berusaha memberikan performa terbaik di atas lapangan.

"I think I'm just going to enjoy it. I mean, being in Roland-Garros, third round, for me it's just a dream. I'm going to enjoy every moment playing against an idol, the GOAT of the sport. Hopefully I can do a great match. Of course, stepping on the court, of course I'm going to respect him, but trying to make my best and win this match." ujar Fonseca.

Berdasarkan ulasan dknetwork.draftkings.com, kondisi fisik diprediksi menjadi faktor krusial karena Djokovic sempat mengalami cedera serius yang membuatnya absen sejak Miami Open hingga Italian Open sebelum kembali bertanding di Roma.

Selain laga Djokovic melawan Fonseca, rangkaian pertandingan hari Jumat di Roland Garros juga menyajikan duel sesama petenis Polandia antara Iga Swiatek dan Magda Linette di Lapangan Philippe-Chatrier.

Magda Linette mengungkapkan pandangannya mengenai ketenangan yang ia miliki dalam menghadapi situasi pertandingan setelah sempat mengalahkan Jelena Ostapenko pada babak sebelumnya.

"That definitely gives me some more calmness when I’m losing the first set," kata Linette.

Linette juga menambahkan mengenai perasaannya yang tetap tenang di atas lapangan saat menghadapi tekanan pertandingan.

"I’m really glad that i’m staying composed." ujar Linette.

Pada pertandingan lain, Andrey Rublev bersama tim kepelatihannya yang melibatkan Marat Safin dilaporkan tengah mencoba variasi pukulan drop shot untuk melengkapi senjata forehand miliknya saat menghadapi Nuno Borges di Lapangan Suzanne-Lenglen.

Rublev memberikan penjelasan mengenai perubahan taktik bermain yang kini mulai ia terapkan ketika menghadapi situasi poin yang ketat di lapangan.

"When the score is tight, of course in the past I would only hit forehand," kata Rublev.

Ia menyebutkan bahwa kini dirinya sudah mulai berani melakukan pukulan-pukulan variasi dalam momen-momen krusial tersebut.

"Now sometimes when even the score is tight, I start to do sometimes dropshots." ujar Rublev.

Sementara itu, petenis muda Mirra Andreeva dijadwalkan menghadapi Marie Bouzkova setelah sebelumnya mencatatkan performa impresif di lapangan tanah liat dengan meraih gelar juara di Linz dan menembus babak final di Madrid.

Andreeva menegaskan bahwa ia tidak pernah membebani dirinya dengan ekspektasi tinggi sebelum bertanding di sebuah turnamen.

"I never set any expectations on myself about the game or about how I'm going to play," kata Andreeva.

Meski demikian, petenis Rusia tersebut menyatakan tetap mengusung target kemenangan dan mentalitas yang tepat dalam setiap turnamen yang ia ikuti.

"But obviously every tournament that I play, I play to win. I think that if I have the right mindset and the belief that I can win or beat some certain players, I think that I can play very well." ujar Andreeva.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author