Wisatawan Padati Atraksi Budaya Masangin di Alun-alun Kidul Yogyakarta
Wisatawan memadati area Alun-alun Kidul Yogyakarta untuk mencoba atraksi berjalan di antara dua pohon beringin dengan mata tertutup atau Masangin pada Kamis (28/6/2026). Kegiatan ini menjadi pusat perhatian utama pada wisata malam di kawasan tersebut.
Berdasarkan pantauan dari Detik Travel, banyak pengunjung yang antusias mengikuti sayembara lama ini dengan menyewa penutup mata seharga Rp 5.000. Setiap sesi permainan dapat diikuti oleh lima orang sekaligus secara bersamaan.
Pengelola dan pemandu lokal mencatat adanya peningkatan kunjungan dari masyarakat yang penasaran dengan mitos pemenuhan keinginan melalui ritual tersebut.
"Semakin malam semakin ramai," ucap Jumadi, seorang pemandu Masangin.
Ia menjelaskan bahwa tradisi ini dahulu merupakan bagian dari proses seleksi ketulusan hati bagi calon Abdi Dalem di lingkungan Keraton Yogyakarta.
"Banyak yang berhasil, tak sedikit yang gagal," ujar Jumadi.
Atraksi tradisional yang kini berfungsi sebagai magnet pariwisata daerah tersebut memberikan tiga kali kesempatan bagi setiap peserta untuk melintas.
"Ada tiga kesempatan, ini menguji ketulusan. Konon, mitosnya kalau berhasil melewati Beringin maka keinginan orang tersebut akan terwujud," ungkap Jumadi.
Penyedia jasa sewa penutup mata lainnya juga ikut memberikan keterangan mengenai aspek sejarah dan operasional dari kegiatan budaya yang telah diturunkan antargenerasi ini.
"Dulu itu budaya melewati Beringin mulainya memang malam, sekitar jam 5 sore," jelas Mbah Panggih, orang yang menyewakan penutup mata.
Sejumlah pelancong dari luar daerah memberikan tanggapan beragam setelah mencoba langsung pengalaman melintasi area di antara dua pohon besar tersebut.
"Waktu jalan nggak mikir apa-apa, terus pas udah mau dekat Beringin terasa seperti ada tembok," cerita Rosa, seorang pengunjung yang berhasil pada kesempatan pertama.
Pengalaman serupa juga dirasakan oleh rombongan keluarga yang sengaja datang dari ibu kota untuk mengisi waktu liburan mereka.
"Saya berhasil tadi, suami juga berhasil. Saya nggak ada keinginan apa-apa, hanya dilakukan saja," ucap Ibu Marsel, pengunjung asal Jakarta.
Meskipun demikian, beberapa peserta lain membutuhkan usaha ekstra dan pengulangan sebelum akhirnya dapat berjalan lurus menuju titik tengah.
"Pertama belok ke kiri, kedua ke kanan dan terakhir lurus. Jujur awal-awal ragu banget, tapi pas yang ketiga udah mulai tenang dan enggak mikirin apa-apa. Eh malah berhasil," kenang Apri, pengunjung asal Jakarta lainnya.
Atraksi budaya Masangin di Alun-alun Kidul Yogyakarta ini beroperasi setiap hari mulai pukul 15.00 WIB hingga waktu tengah malam.