Aston Villa dan Freiburg Berebut Gelar Juara Liga Europa di Istanbul
Freiburg dari Jerman dan Aston Villa dari Inggris siap bertarung memperebutkan trofi perdana mereka dalam laga final Liga Europa 2025/2026 di Stadion Tupras, Istanbul, Turki, pada Kamis (21/5) pukul 02.00 WIB.
Pertandingan penentu ini dilansir dari antaranews.com akan mempertemukan Unai Emery yang berpengalaman memenangi empat gelar kompetisi ini dengan pelatih debutan asal Jerman, Julian Schuster.
Freiburg menembus partai puncak setelah finis di peringkat ketujuh babak liga dan menyingkirkan Genk, Celta Vigo, serta Braga di fase gugur dengan total mengantongi sembilan kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan.
Sementara itu, Aston Villa yang merupakan mantan juara Liga Champions melaju ke final dengan rekor impresif berupa 12 kemenangan dan dua kekalahan setelah menduduki posisi kedua di babak liga.
Tim asuhan Emery tersebut sukses melangkah setelah menundukkan Lille, melumat Bologna dengan agregat 7-1 di perempat final, serta membalikkan keadaan atas Nottingham Forest di semifinal lewat kemenangan empat gol tanpa balas pada leg kedua.
Keberhasilan menembus laga puncak ini dirasakan sangat emosional bagi kubu Freiburg mengingat posisi mereka yang masih berada di kasta kedua sepak bola Jerman pada sepuluh tahun lalu.
"Ini sangat spesial. Belum lama ini kami masih berada di divisi kedua, dan sekarang akan bermain di final Eropa. Saya punya kepercayaan besar kepada tim saya, dan mereka memberi saya keyakinan itu karena kualitas yang kami miliki sangat besar," kata Julian Schuster, Pelatih Freiburg.
Schuster menambahkan bahwa lawannya memiliki kedalaman skuad yang luar biasa untuk memenangi turnamen ini, namun ia tetap optimistis timnya bisa menaklukkan strategi Emery demi tiket otomatis menuju Liga Champions musim depan.
"Saya tidak gugup, kami punya kepercayaan diri yang dibutuhkan untuk menghadapi tim hebat dan pelatih hebat besok," kata Julian Schuster, Pelatih Freiburg.
Di sisi lain, Unai Emery yang mengantongi catatan 71 kemenangan dari 108 laga di kasta kedua Eropa menegaskan pentingnya memanfaatkan modal berharga dari konsistensi permainan skuadnya di level kontinental selama tiga musim terakhir.
"Kami telah memainkan cukup banyak pertandingan di Eropa, dan pengalaman-pengalaman itu sangat penting bagi kami. Cara kami bermain sepanjang proses musim ini, cara kami bermain musim lalu, leg pertama, leg kedua, berbagai babak, fase grup, dan bagaimana sekarang ini menjadi babak baru untuk memainkan satu final. Tetapi kami harus berjuang dengan semua yang kami miliki, membangun, belajar, dan mencoba menunjukkannya besok di lapangan," kata Unai Emery, Pelatih Aston Villa.
Pertandingan ini juga menjadi momen besar bagi penyerang sayap Aston Villa, Morgan Rogers, yang telah mencatatkan 61 penampilan serta berkontribusi dalam 50 gol sejak awal musim lalu.
"Hay mejores días y hay peores días en términos de despertarse por la mañana y cómo te sientes" kata Morgan Rogers, Striker Aston Villa kepada Express & Star sebagaimana dilansir asatunews.co.id.
Rogers mengungkapkan motivasi tingginya untuk selalu memberikan kontribusi maksimal dan menolak untuk sekadar menjadi penonton di bangku cadangan.
"But no quiero sentarme en el banquillo o estar en las gradas. Quiero estar en ese campo tanto como sea posible" ujar Morgan Rogers, Striker Aston Villa.
Pemain berusia 23 tahun tersebut sempat menghadapi tekanan dari suporter sendiri di Villa Park pada awal turnamen sebelum akhirnya bangkit membawa tim mencatat racha 11 kemenangan beruntun.
"Trato de hacer mi mejor esfuerzo para darlo todo siempre" tutur Morgan Rogers, Striker Aston Villa.
Ia pun memuji kepemimpinan Emery yang selalu memberikan pembelaan dan kepercayaan penuh kepada seluruh anggota tim yang sedang mengalami penurunan performa di lapangan.
"Cuando juego todos estos partidos, por supuesto que es un desafío mental y físico" sebut Morgan Rogers, Striker Aston Villa.
Penyerang asal Halesowen itu menjelaskan bagaimana kerasnya program pemulihan fisik yang ia jalani demi menjaga konsistensi permainan di tengah padatnya jadwal kompetisi.
"Puede ser agotador a veces, pero trato de recuperarme, trato de descansar y hacer todo lo posible para estar listo para el próximo juego. Es de lo que me enorgullezco" ucap Morgan Rogers, Striker Aston Villa.
Mengingat kembali perjalanan kariernya, Rogers menganggap momentum performa terbaiknya terjadi di sekitar periode libur Natal lalu.
"Los últimos dos años realmente he tratado de concentrarme en mi recuperación y cosas así, estando en la mejor forma física posible para atacar todo esto" papar Morgan Rogers, Striker Aston Villa.
Lebih lanjut, Rogers menegaskan bahwa perlakuan adil dan dukungan psikologis dari sang manajer tidak hanya ditujukan kepada dirinya sendiri.
"No es solo conmigo que el entrenador ha hecho eso" tegas Morgan Rogers, Striker Aston Villa.
Ia menyaksikan bagaimana rekan-rekan setimnya yang sempat kehilangan bentuk permainan terbaik tetap mendapatkan tempat karena Emery memahami kualitas sesungguhnya yang mereka miliki.
"He visto otros ejemplos de jugadores fuera de forma y él se mantendrá a su lado porque sabe que saldrán buenos, conoce su calidad y habilidad y lo que aportan al equipo" ungkap Morgan Rogers, Striker Aston Villa.
Terkait taktik di lapangan, Rogers menyatakan bahwa Emery membebankan tanggung jawab pertahanan yang sangat disiplin di luar catatan gol maupun assist pribadi.
"Es más que solo yo anotando o asistiendo. Hay una gran cantidad de trabajos y roles que tengo que hacer en el team primero y ante todo" beber Morgan Rogers, Striker Aston Villa.
Ia juga menilai fokus pada performa kolektif tersebut jauh lebih dihargai oleh staf kepelatihan dibandingkan dengan popularitas atau nilai komersial pemain.
"Ellos son más importantes para el entrenador que el extremo comercial" tambah Morgan Rogers, Striker Aston Villa.
Evaluasi tim dari kegagalan masa lalu saat disingkirkan oleh PSG pada kompetisi kasta tertinggi dua musim lalu diakui menjadi pemicu mentalitas juara skuad Villa saat ini.
"Esa es la parte más difícil, a veces sale y a veces no" ulas Morgan Rogers, Striker Aston Villa.
Rogers juga memberikan pembelaan kepada rekan duetnya di lini depan, Ollie Watkins, yang sempat mendapatkan gelombang kritik dari publik sepanjang musim bergulir.
"But there are fundamentals in our team that, if you want to play and play long minutes you have to do" jelas Morgan Rogers, Striker Aston Villa.
Ia mengingatkan bahwa setiap pemain yang ingin mendapatkan menit bermain reguler di bawah arahan Emery harus siap bekerja keras tanpa henti.
"If you don’t you are going to struggle with this manager because he is so relentless, so focused and he knows how to get the best out of you" cetus Morgan Rogers, Striker Aston Villa.
Menjelang sepak mula malam ini, Rogers kembali mengenang periode emas dalam karier profesionalnya yang menjadi modal kepercayaan diri di final.
"Creo que ese período justo antes de Navidad y después de Navidad es el mejor que he jugado en mi carrera" tutur Morgan Rogers, Striker Aston Villa.
Perasaan mampu bersaing dengan pemain-pemain terbaik di kompetisi domestik membuatnya kian termotivasi menghadapi Freiburg.
"You feel untouchable and are competing against some of the best players in the Premier League, which is where I want to be and what I strive to do" kata Morgan Rogers, Striker Aston Villa.
Kendati sempat kecewa dengan performa pribadinya pada awal musim, fokus utamanya kini adalah membawa trofi Eropa ke Birmingham dan mematangkan konsistensi untuk musim depan.
"I was disappointed with the start but I think as a team we were slow as well. I look at myself in terms of next season, as to how I can start in a much better place" timbang Morgan Rogers, Striker Aston Villa.
Rogers mengakui bahwa aspek konsistensi permainan merupakan kelemahan utama yang terus ia perbaiki dari waktu ke waktu.
"I’ve struggled a bit, at times. That is about my consistency and something I need to work on and improve on" pungkas Morgan Rogers, Striker Aston Villa.