BATIC 2026 Gelar Pertemuan TelkomGroup di Bali

Share

Ajang tahunan Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 siap diselenggarakan TelkomGroup di Nusa Dua, Bali, pada 26 Agustus 2026, dilansir dari Detik iNET. Gelaran ke-11 ini mencatat rekor dengan diikuti lebih dari 2.700 peserta dari 67 negara.

Jumlah kehadiran tersebut melonjak dibanding tahun sebelumnya yang diikuti 1.800 peserta dari 55 negara. Seiring peningkatan peserta, agenda bisnis yang tercatat dalam sistem BATIC ikut meningkat pesat dari 2.400 menjadi 4.200 pertemuan.

Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini menyampaikan keterlibatan pelaku industri ini mencerminkan tingginya minat kolaborasi di sektor kecerdasan buatan (AI), cloud, dan infrastruktur digital.

"Bahkan ada peserta yang berasal dari Amerika Latin," kata Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom Indonesia.

Ia menyoroti pentingnya keterhubungan jangka panjang antar pelaku industri yang hadir dalam konferensi ini.

"Melalui BATIC 2026, TelkomGroup berharap kolaborasi yang terjalin tidak berhenti pada transaksi jangka pendek, tetapi berkembang menjadi kemitraan jangka panjang untuk membangun ekosistem digital yang lebih kuat," kata Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom Indonesia.

Acara bertema 'Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress' ini difokuskan untuk memperkuat ekosistem di tengah keterlibatan operator telekomunikasi, hyperscaler, hingga regulator. Dian menilai Indonesia memiliki peluang besar dalam kompetisi investasi AI di Asia Pasifik, di mana nilai ekonomi digital nasional diproyeksikan melampaui USD 360 miliar pada 2030.

"Kalau kita lihat bagaimana agresifnya negara-negara di kawasan kita dalam berinvestasi pada AI, kami melihat Indonesia memiliki ruang yang luar biasa untuk menjadi pesaing bagi pemain-pemain lain di kawasan Asia Pasifik," kata Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom Indonesia.

Namun, ia menegaskan bahwa potensi pasar yang besar perlu diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dan kapabilitas digital yang nyata.

"Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita membangun the whole ecosystem. Tanpa ekosistem yang dibangun secara menyeluruh, inovasi, kolaborasi, dan penciptaan value yang berkelanjutan akan sulit dicapai," kata Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom Indonesia.

Dari sudut pandang penyelenggara, tema konferensi dirancang untuk merespons dinamika kebutuhan jaringan global saat ini.

"Tema yang kami angkat tahun ini memang terkait ecosystem dan connected progress. Tema tersebut berangkat dari kondisi industri kita sendiri," kata Abdul Rahman Ansyori, CEO Telin.

Ia menambahkan bahwa penetrasi kecerdasan buatan mengubah landasan fungsi jaringan telekomunikasi modern.

"Network kita sekarang tidak lagi hanya menghubungkan informasi. Network yang kita bangun pada akhirnya juga akan menghubungkan intelligence," kata Abdul Rahman Ansyori, CEO Telin.

Pertumbuhan teknologi kecerdasan buatan juga memberikan dampak langsung pada lonjakan kebutuhan infrastruktur konektivitas.

"Untuk kebutuhan compute, kebutuhan connectivity bisa lebih dari 10 kali, bahkan 10-20 kali dibandingkan sebelumnya. Ini realitas yang terjadi," kata Budi Satria Dharma Purba, Director of Wholesale & International Service Telkom Indonesia.

Pengembangan pusat data AI di kawasan seperti Jakarta dan Batam menuntut kesiapan akses jaringan internasional yang solid.

"Kalau Indonesia ingin menjadi pusat pertumbuhan data center untuk mendukung AI, konektivitas globalnya juga harus tersedia," kata Budi Satria Dharma Purba, Director of Wholesale & International Service Telkom Indonesia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author