Petinggi Militer Israel Duga Netanyahu Tunda Pemilu Lewat Konflik Gaza
Jajaran petinggi militer Israel menduga Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sengaja memicu eskalasi konflik di Jalur Gaza demi menunda pelaksanaan pemilihan umum parlemen. Dugaan tersebut dilaporkan surat kabar Israel Maariv pada Senin (24/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Kekhawatiran di internal militer meningkat karena pertimbangan politik Netanyahu dinilai mulai memengaruhi keputusan tindakan militer. Pihak militer menegaskan enggan terseret dalam eskalasi yang tidak didasari kebutuhan keamanan yang jelas menjelang pemilu parlemen pada Oktober mendatang.
"Kami tidak akan terlibat dalam perang baru yang tidak perlu," penegasan para petinggi militer Israel.
Sikap keras Netanyahu juga terlihat dari retorika politik terhadap Turki pascaserangan militer ke pangkalan udara Abu al-Duhur di Suriah utara. Tel Aviv menuduh Ankara berencana membangun pangkalan militer di wilayah tersebut.
Langkah Netanyahu mendapat kritik keras dari pihak oposisi, termasuk mantan PM Ehud Barak dan pemimpin Partai Demokrat Yair Golan, yang menilai eskalasi dengan Turki diciptakan demi keuntungan politik. Sementara itu, hasil jajak pendapat terbaru menunjukkan koalisi pemerintahan Netanyahu terancam gagal meraih mayoritas parlemen.